- • Presiden AS Donald Trump menyatakan militernya menargetkan penghancuran total kemampuan rudal dan angkatan laut Iran.
- • Trump menuduh Iran tetap melanjutkan pengembangan senjata nuklir meski telah mendapat peringatan dari Washington.
- • Pemerintah AS mengklaim durasi operasi militer bisa melampaui estimasi satu bulan.
INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pasukan AS sedang bergerak untuk menghancurkan kemampuan rudal Iran, melumpuhkan kapasitas angkatan lautnya, serta menghentikan upaya Teheran memperoleh senjata nuklir.
Trump mengatakan hal tersebut dalam acara penyerahan Medal of Honour di Gedung Putih, Washington DC, Senin (2/3/2026).
Trump menegaskan bahwa Iran mengabaikan peringatan Washington. Ia mengatakan Iran “menolak untuk menghentikan upaya mereka dalam mengejar senjata nuklir.”
Ia juga mengklaim bahwa program rudal Iran dirancang untuk melindungi pengembangan senjata nuklir secara rahasia. Menurutnya, operasi militer yang sedang berlangsung bertujuan menghentikan ancaman tersebut secara permanen.
Trump menyebut operasi militer AS telah mencapai target lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
"Kami sudah jauh melampaui proyeksi waktu kami. Sejak awal kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk melangkah jauh lebih lama dari itu. Kami akan melakukannya," Trump mengatakan.
Meski demikian, Trump memperingatkan bahwa konflik dapat berlangsung lebih panjang dari perkiraan awal sekitar satu bulan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menyatakan serangan AS telah melumpuhkan armada laut Iran. Ia mengatakan serangan tersebut telah “melumpuhkan” 10 kapal.
Trump juga menyebut bahwa serangan terhadap kapasitas rudal Iran bertujuan memastikan fasilitas tersebut dihancurkan sekaligus menghentikan kemampuan Iran untuk memproduksi rudal yang baru.
“Ini adalah kesempatan terakhir dan terbaik kami untuk menyerang, apa yang kami lakukan sekarang demi menghilangkan ancaman yang tidak dapat ditoleransi yang ditimbulkan oleh rezim yang sakit dan jahat ini,” ujar Trump.