Prabowo Ingin Jadi Mediator Iran, AS, Israel, Dubes Iran: Teheran Tidak Akan Berunding dengan AS

Prabowo Ingin Jadi Mediator Iran, AS, Israel, Dubes Iran: Teheran Tidak Akan Berunding dengan AS
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Ikhtisar
  • Duta Besar Iran untuk Indonesia menegaskan Teheran menolak tawaran mediasi berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam konflik Timur Tengah.
  • Iran menyatakan tidak akan berunding dengan Amerika Serikat dan Israel.
  • Mereka menilai Amerika Serikat sudah berulang kali melanggar kesepakatan sebelumnya.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Iran menegaskan menolak tawaran mediasi dari sejumlah negara dalam upaya meredakan konflik di Timur Tengah. Teheran menyatakan tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat karena menilai pengalaman perundingan sebelumnya selalu berakhir dengan pelanggaran kesepakatan oleh Washington.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan sikap tersebut ketika menanggapi pernyataan pemerintah Indonesia yang siap memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan kawasan.

Pemerintah Indonesia sebelumnya menyatakan kesediaan untuk membantu proses dialog agar situasi keamanan kembali kondusif, termasuk kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator.

Namun, Boroujerdi mengatakan Iran tidak akan membuka ruang perundingan dengan pihak yang dianggap sebagai lawan.

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Tiga Negosiasi dengan AS Berakhir Gagal

Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran telah beberapa kali menjalani proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Namun setiap proses tersebut, menurut dia, berakhir dengan pelanggaran kesepakatan atau serangan terhadap Iran.

Ia menyebut negosiasi pertama berkaitan dengan kesepakatan nuklir yang menghasilkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2015 antara Iran dan sejumlah negara besar dunia. Kesepakatan itu kemudian tidak berlanjut setelah Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian tersebut.

Menurut Boroujerdi, pengalaman berikutnya terjadi ketika Iran menjalani lima putaran perundingan dengan Amerika Serikat.

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya merujuk pada serangan yang terjadi pada Juni 2025.

Ia juga menyebut proses negosiasi ketiga berlangsung dengan Oman sebagai mediator. Dalam proses itu, delegasi Iran dan Amerika Serikat menjalani perundingan tidak langsung putaran ketiga di Jenewa, Swiss.

Namun perundingan tersebut tidak berlanjut setelah operasi militer antara kedua negara terjadi.

Iran Tegaskan Tidak Akan Buka Negosiasi

Berdasarkan pengalaman tersebut, Boroujerdi menilai tidak ada jaminan bahwa proses perundingan dapat berjalan hingga mencapai hasil yang disepakati bersama.

Ia menegaskan Iran tidak akan kembali membuka ruang negosiasi dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ucapnya.

Rusia Juga Tawarkan Mediasi

Selain Indonesia, Rusia juga menyampaikan kesiapan untuk membantu meredakan ketegangan kawasan.

Menurut pernyataan Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan diri sebagai perantara dalam komunikasi antara negara-negara terkait.

Penawaran itu disampaikan Putin saat melakukan percakapan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Dalam pembicaraan tersebut, Putin menawarkan untuk menyampaikan keluhan Uni Emirat Arab terkait serangan yang terjadi kepada pihak Iran.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.