- • Presiden Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara Teluk di tengah perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
- • Pemerintah Iran mengumumkan kebijakan baru yang melarang serangan ke negara tetangga.
- • Namun, jika ada serangan ke Iran diluncurkan dari negara-negara sekitarnya, Iran tak segan untuk membalas.
INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Iran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel.
Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam pidato yang telah direkam sebelumnya dan disiarkan melalui televisi pemerintah Iran pada Sabtu. Dalam pidato itu, Pezeshkian menyatakan pemerintah Iran akan berupaya meredakan ketegangan dengan negara-negara di kawasan setelah sepekan pertukaran serangan rudal dan drone lintas batas.
"Saya meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," kata Presiden Iran.
Pezeshkian juga menjelaskan bahwa dewan kepemimpinan sementara Iran yang dibentuk setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei telah menyetujui kebijakan baru terkait respons terhadap ancaman militer.
Menurut salinan pidato yang dipublikasikan stasiun televisi pemerintah Press TV, kebijakan tersebut melarang pasukan Iran menargetkan negara-negara tetangga kecuali jika serangan terhadap Iran diluncurkan langsung dari wilayah negara tersebut.
Kebijakan ini disebut sebagai langkah Teheran untuk mencegah konflik meluas ke negara-negara di kawasan Teluk.
Dalam pidato yang sama, Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah kepada Amerika Serikat dan Israel.
"Musuh-musuh harus membawa keinginan mereka agar rakyat Iran menyerah ke kuburan mereka," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika militer Israel meningkatkan kampanye serangan udara terhadap ibu kota Iran.
Dalam keterangan resmi, militer Israel menyatakan lebih dari 80 jet tempur melancarkan gelombang serangan udara skala besar di Teheran dan wilayah Iran tengah.
Militer Israel menyebut serangan itu menargetkan akademi pelatihan militer serta fasilitas penyimpanan rudal balistik bawah tanah.
Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik yang berkembang sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan awal terhadap Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat militer senior.
Pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat, sekitar 80 jet tempur militer Israel kembali menyerang sejumlah pusat militer dan fasilitas rudal Iran di Teheran.
Sementara itu, ketegangan regional juga mendorong respons diplomatik dari negara-negara Arab. Liga Arab akan menggelar pertemuan darurat pada Minggu (8/3/2026) untuk membahas rangkaian serangan yang kini meluas ke kawasan Teluk.