Hoaks soal Serangan Israel hancurkan Kedutaan Korea Utara di Iran hingga Kim Jong un Marah

Hoaks soal Serangan Israel hancurkan Kedutaan Korea Utara di Iran hingga Kim Jong un Marah
Kim Jong Un berpidato pada pembukaan Kongres Partai Pekerja Korea di Pyongyang, awal pekan ini. Foto: KCNA
Ikhtisar
  • Beredar klaim di media sosial bahwa rudal Israel diduga menghantam Kedutaan Korea Utara di Teheran.
  • Kemudian, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan mengatakan “Israel membuat kesalahan besar.”
  • Tidak ada bukti atau laporan media kredibel yang mengonfirmasi informasi dan pernyataan tersebut.

INFORMASI.COM, Jakarta - Klaim mengenai serangan Israel terhadap Kedutaan Korea Utara di Teheran, Iran, beredar luas di media sosial di tengah meningkatnya konflik kawasan Timur Tengah.

Sejumlah akun menyebut rudal Israel telah menghantam fasilitas diplomatik Korea Utara di ibu kota Iran tersebut. Informasi itu kemudian menyebar cepat di berbagai unggahan, meskipun tidak disertai bukti maupun konfirmasi resmi.

Namun hingga kini tidak ada laporan dari media internasional yang menyebut Kedutaan Korea Utara di Teheran menjadi sasaran serangan.

Di tengah penyebaran klaim tersebut, muncul pula unggahan lain yang mengaitkan peristiwa itu dengan pernyataan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Dalam unggahan yang beredar, Kim disebut mengatakan bahwa Israel telah “membuat kesalahan besar.” Kutipan tersebut dibagikan oleh sejumlah akun di platform X.

Meski begitu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Kim Jong Un pernah menyampaikan pernyataan tersebut. Tidak ada pula laporan dari media internasional maupun konfirmasi resmi pemerintah Korea Utara mengenai ucapan itu.

Isu ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Ketegangan meningkat setelah serangan bersama Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Sejak saat itu, Iran dan Israel saling melancarkan serangan yang menyasar sejumlah target, termasuk infrastruktur energi.

Klaim mengenai serangan Israel ke Kedutaan Korea Utara di Teheran kemudian diperiksa oleh chatbot kecerdasan buatan milik Elon Musk, Grok.

“Rumor yang belum terverifikasi. Klaim di media sosial menyebut Israel menyerang atau merusak kedutaan Korea Utara di Teheran, memicu kutipan reaksi Kim Jong-un, tetapi tidak ada konfirmasi dari Reuters, NK News, KCNA, atau media besar mana pun,” kata Grok.

Grok juga menambahkan bahwa Korea Utara memang sempat menyampaikan kecaman terhadap serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, tetapi tidak ada pernyataan yang secara khusus menyinggung kedutaan mereka di Teheran.

“Korea Utara memang mengecam serangan terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai ‘agresi ilegal’ serta mendukung pemimpin baru Iran, tetapi tidak ada yang spesifik mengenai kedutaan mereka. Kemungkinan besar ini merupakan misinformasi di tengah konflik,” ujar Grok.

Sementara itu, Korea Utara memang menyampaikan sikap resmi terkait perubahan kepemimpinan di Iran setelah kematian Ali Khamenei.

Menurut laporan Al Jazeera yang mengutip kantor berita pemerintah Korea Utara Korean Central News Agency, Pyongyang menyatakan menghormati keputusan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru.

“Sehubungan dengan pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Ahli Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih Pemimpin Tertinggi mereka,” ucap Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara.

“Kami menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam keras agresi Amerika Serikat dan Israel, yang dengan meluncurkan serangan militer yang melanggar hukum terhadap Iran, merusak fondasi perdamaian dan keamanan kawasan serta meningkatkan ketidakstabilan dalam lanskap internasional,” tambahnya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.