- • Kapal kargo Thailand Mayuree Naree diserang dari udara saat melintasi Selat Hormuz, menyebabkan kebakaran hebat di bagian buritan kapal.
- • Angkatan Laut Oman berhasil menyelamatkan 20 dari 23 awak kapal, sementara pencarian tiga kru lainnya masih berlangsung.
- • Insiden ini terjadi beberapa jam setelah laporan serangan lain terhadap kapal kargo di jalur pelayaran strategis tersebut.
INFORMASI.COM, Jakarta - Sebuah kapal kargo milik Thailand diserang dari udara saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi, sehingga memicu kebakaran hebat di bagian belakang kapal.
Perwakilan resmi Angkatan Laut Thailand, Parach Rattanachaiphan, mengatakan kapal tersebut bernama Mayuree Naree dengan bobot sekitar 30.000 ton.
Ia menjelaskan bahwa kapal kargo itu baru saja meninggalkan Pelabuhan Khalifa, Uni Emirat Arab, sebelum diserang saat melintas di Selat Hormuz.
"Kapal kargo Thailand Mayuree Naree, dengan bobot 30.000 ton, diserang dari udara pada Rabu pagi setelah meninggalkan pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA). Serangan terjadi saat kapal melintasi Selat Hormuz dan terjadi kebakaran hebat di buritan kapal," ujar Rattanachaiphan.
Setelah menerima informasi serangan melalui saluran komunikasi angkatan laut internasional, Angkatan Laut Thailand segera mengoordinasikan upaya penyelamatan.
Pusat Operasi Angkatan Laut Thailand kemudian menghubungi Angkatan Laut Oman serta Kedutaan Besar Thailand di Oman untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap awak kapal.
"Hingga kini, Angkatan Laut Oman telah menyelamatkan 20 dari 23 pelaut dari atas kapal tersebut. Operasi penyelamatan untuk tiga orang lain yang tersisa masih berlangsung," kata Rattanachaiphan.
Dua puluh awak kapal yang berhasil diselamatkan telah dibawa ke daratan Oman untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Sementara itu, sumber serangan dan pihak yang bertanggung jawab masih belum diketahui dan sedang diselidiki.
Sebelumnya, pusat operasi keamanan maritim yang dikelola United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga menerima laporan mengenai insiden serangan terhadap kapal di wilayah yang sama.
UKMTO menyatakan sebuah kapal kargo dilaporkan dihantam proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada Rabu dini hari waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah laporan serangan serupa terhadap kapal lain di jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurut laporan UKMTO, kapal pengangkut curah itu dihantam proyektil tak dikenal sekitar 50 mil laut atau sekitar 93 kilometer di barat laut Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab.
Setelah kapal terkena proyektil, kapten kapal segera melaporkan kejadian tersebut kepada badan pemantauan keamanan maritim yang berbasis di Inggris.
Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan tidak ada laporan kerusakan lingkungan. Awak kapal juga dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.