Trump akan Tunda Kunjungan ke China, Desak Beijing Bantu Buka Selat Hormuz

Trump akan Tunda Kunjungan ke China, Desak Beijing Bantu Buka Selat Hormuz
Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, bertemu di Pangkalan Militer AS, Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). Foto: White House
Ikhtisar
  • Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan menunda kunjungannya ke China.
  • Penundaan ini untuk menekan Beijing agar membantu membuka kembali jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz.
  • Di sisi lain, pejabat ekonomi AS dan China memulai perundingan perdagangan di Paris.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal kemungkinan menunda rencana kunjungan kenegaraan ke China pada akhir bulan ini. Langkah tersebut muncul di tengah upaya Washington menekan Beijing agar ikut membantu membuka kembali jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik dengan Iran.

Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu (15/3/2026), Trump menyatakan bahwa China memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas jalur minyak di Timur Tengah karena ketergantungannya pada pasokan energi dari kawasan tersebut.

Trump mengatakan pemerintahannya ingin mengetahui lebih dulu apakah Beijing bersedia membantu koalisi internasional yang sedang diupayakan Amerika Serikat untuk mengamankan jalur pelayaran tanker minyak di Selat Hormuz.

Ia menyampaikan secara langsung kemungkinan penundaan kunjungan tersebut. “Kami ingin mengetahui sebelum perjalanan itu apakah mereka akan membantu,” kata Trump. Ia menambahkan, “Kami mungkin menunda.”

Pernyataan tersebut muncul setelah ancaman Iran terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz menghambat arus perdagangan minyak dunia. Gangguan itu menyebabkan harga minyak global melonjak dalam beberapa waktu terakhir.

Ketidakpastian mengenai kunjungan Trump juga mencerminkan perubahan dinamika geopolitik global yang terjadi sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam dua pekan terakhir. Perkembangan tersebut dinilai telah memengaruhi hubungan diplomatik serta perhitungan strategis sejumlah negara besar.

Rencana pembatalan atau penundaan pertemuan tatap muka antara Trump dan Presiden China Xi Jinping berpotensi membawa dampak ekonomi yang signifikan. Hubungan antara Washington dan Beijing selama setahun terakhir berada dalam situasi tegang, terutama setelah kedua negara saling mengancam dengan tarif perdagangan tinggi.

Hingga kini Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait kemungkinan perubahan jadwal kunjungan tersebut.

Pertemuan Perwakilan AS dan China di Prancis

Di tengah ketidakpastian itu, perwakilan pemerintah Amerika Serikat dan China mulai menggelar pembicaraan ekonomi dan perdagangan di Paris pada Minggu. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses diplomasi menjelang rencana kunjungan Trump ke Beijing dalam waktu sekitar dua pekan.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, sementara pihak China diwakili oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng. Kedua delegasi bertemu di ibu kota Prancis pada pagi hari, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Departemen Keuangan AS sebelumnya menyatakan bahwa Bessent akan bertemu dengan He pada Minggu dan Senin untuk membahas berbagai isu ekonomi dan perdagangan.

Dalam pernyataan sebelumnya pada Kamis, Bessent menegaskan bahwa timnya akan terus mengupayakan hasil yang mengutamakan kepentingan ekonomi domestik Amerika Serikat.

Ia mengatakan timnya akan terus bekerja untuk menghasilkan kebijakan yang menguntungkan sektor pertanian, tenaga kerja, dan dunia usaha di Amerika Serikat.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan China menyatakan pada Jumat bahwa pertemuan tersebut akan membahas berbagai isu perdagangan dan ekonomi yang menjadi perhatian bersama kedua negara.

Jika kunjungan itu terlaksana, perjalanan Trump ke Beijing akan menjadi kunjungan pertama presiden Amerika Serikat ke China sejak kunjungannya pada masa jabatan pertama pada 2017.

Pertemuan tersebut juga akan berlangsung sekitar lima bulan setelah Trump dan Xi Jinping bertemu di kota Busan, Korea Selatan. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin sepakat menerapkan gencatan sementara selama satu tahun dalam konflik perang dagang yang sebelumnya membuat tarif impor kedua negara melonjak hingga tiga digit sebelum akhirnya diturunkan kembali.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.