Prabowo Telepon Erdogan, Raja Abdullah, hingga Mohammed Bin Salman Ucapkan Selamat Idulfitri

Prabowo Telepon Erdogan, Raja Abdullah, hingga Mohammed Bin Salman Ucapkan Selamat Idulfitri
Ilustrasi: Sekretariat Kabinet
Ikhtisar
  • Presiden Prabowo Subianto mengisi rangkaian Idulfitri 1447 H dengan agenda domestik hingga komunikasi internasional.
  • Sejumlah pemimpin negara Muslim dihubungi melalui sambungan telepon sebagai bagian dari silaturahmi.
  • Pemerintah menilai momen ini memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama antarnegara Muslim.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tidak hanya untuk kegiatan keagamaan di dalam negeri, tetapi juga untuk mempererat hubungan internasional dengan para pemimpin negara Muslim melalui komunikasi langsung via telepon.

Rangkaian kegiatan Presiden dimulai dengan mengikuti malam takbiran di Sumatra Utara. Selanjutnya, Presiden melaksanakan salat Idulfitri di Aceh, sebelum menggelar halal bihalal bersama masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Setelah agenda domestik tersebut, Presiden melanjutkan silaturahmi dengan para pemimpin negara Muslim, keesokan harinya.

“Setelah bermalam takbiran di Sumatra Utara, Salat Idulfitri di Aceh, serta halal bihalal bersama masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta, dalam beberapa hari di suasana Idulfitri ini Presiden Prabowo juga melaksanakan silaturahmi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara Muslim,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan pers, dikutip Selasa, 24 Maret 2026.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden telah menghubungi sejumlah kepala negara dan pemerintahan dari negara-negara Muslim, yakni Presiden Recep Tayyip Erdoğan dari Turkiye, Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, Raja Abdullah II dari Yordania, serta Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman dari Arab Saudi.

Pemerintah menyatakan komunikasi tersebut belum berakhir. Teddy menegaskan bahwa Presiden masih akan melanjutkan silaturahmi dengan pemimpin negara lain.

“Beberapa Kepala Negara lainnya juga akan dihubungi dalam waktu dekat, menunggu konfirmasi dari masing-masing negara,” kata Teddy.

Menurut Teddy, silaturahmi lintas negara pada momentum Idulfitri memiliki makna yang lebih luas dibanding tradisi keagamaan semata. Ia menyebut komunikasi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan hubungan internasional Indonesia.

“Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antar negara-negara Muslim, sekaligus memperkuat hubungan bilateral di tengah suasana penuh keberkahan,” tulis Teddy.

Melalui langkah ini, pemerintah menempatkan Idulfitri sebagai ruang diplomasi yang memperkuat posisi Indonesia di dunia Islam. Selain menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia juga berperan dalam membangun komunikasi, kerja sama, dan persatuan antarnegara Muslim di tingkat global.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.