- • Sebanyak 66 orang tewas setelah pesawat militer Kolombia jatuh tak lama setelah lepas landas.
- • Pesawat jenis Lockheed Martin C-130 Hercules terbakar setelah menghantam tanah sejauh 1,5 km dari bandara.
- • Otoritas setempat memastikan tidak ada indikasi serangan, sementara proses evakuasi korban masih berlangsung.
INFORMASI.COM, Jakarta - Sebuah pesawat militer Kolombia jatuh sesaat setelah lepas landas di wilayah selatan negara itu pada Senin (23/3/2026), menewaskan sedikitnya 66 orang dan melukai puluhan lainnya. Pesawat tersebut membawa total 125 orang saat insiden terjadi.
Pesawat jenis Lockheed Martin C-130 Hercules dilaporkan jatuh tidak lama setelah meninggalkan wilayah Puerto Leguizamo, dekat perbatasan dengan Ekuador dan Peru. Bangkai pesawat yang terbakar ditemukan berserakan di area hutan.
Menteri Pertahanan Kolombia Pedro Sanchez menjelaskan pesawat menghantam tanah sekitar 1,5 kilometer dari titik lepas landas.
Ia menyebut benturan tersebut memicu ledakan amunisi yang dibawa pesawat dan menyebabkan kebakaran hebat.
Sanchez menegaskan tidak ada indikasi serangan dalam insiden tersebut.
Ia mengatakan tidak ditemukan tanda adanya “serangan oleh aktor ilegal”.
Kepala angkatan bersenjata Kolombia Hugo Alejandro López Barreto menyampaikan jumlah korban jiwa dalam pernyataan resmi.
“Sayangnya, sebagai akibat dari kecelakaan tragis ini, 66 anggota militer kami meninggal dunia,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan kelompok bersenjata.
“Saat ini, kami tidak memiliki informasi atau indikasi bahwa ini merupakan serangan oleh kelompok bersenjata ilegal,” tambahnya.
Barreto menyebut empat personel militer masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Di lokasi kejadian, proses evakuasi korban dilakukan secara bertahap. Wakil wali kota setempat Carlos Claros mengatakan jenazah korban dibawa ke kamar mayat di kota kecil tersebut.
Ia juga menjelaskan fasilitas kesehatan setempat menangani korban luka sebelum dirujuk ke kota lain.
Ia menyebut dua klinik di wilayah itu memberikan perawatan awal kepada korban sebelum mereka diterbangkan ke rumah sakit yang lebih besar.
Sebelumnya, Claros sempat melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 33 orang. Namun, angka tersebut meningkat setelah proses evakuasi berlanjut.
Komandan Angkatan Udara Kolombia Carlos Fernando Silva menyatakan pihaknya mengerahkan dua pesawat evakuasi ke lokasi.
Ia menjelaskan pesawat tersebut menyediakan 74 tempat tidur untuk mengangkut korban luka menuju rumah sakit di ibu kota Bogota dan wilayah lainnya.
Kolombia diketahui telah mengoperasikan pesawat Hercules C-130 sejak akhir 1960-an. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut juga melakukan modernisasi terhadap armada lama dengan model yang lebih baru dari Amerika Serikat.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan pesawat militer jenis serupa di kawasan Amerika Selatan. Sebulan sebelumnya, pesawat Hercules C-130 milik Angkatan Udara Bolivia juga dilaporkan jatuh di kota El Alto.
Kecelakaan tersebut menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai sekitar 30 lainnya.