Profil Singkat Praka Farizal Rhomadon, Prajurit TNI yang Tewas oleh Serangan Israel di Lebanon

Profil Singkat Praka Farizal Rhomadon, Prajurit TNI yang Tewas oleh Serangan Israel di Lebanon
Praka Farizal Rhomadon, anggota TNI dalam Pasukan Perdamaian di Lebanon (UNIFIL) yang gugur akibat serangan Israel. Foto: Istimewa
Ikhtisar
  • Praka Farizal Rhomadon (28), prajurit TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti, gugur akibat serangan artileri Israel saat bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
  • Insiden terjadi di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan, Minggu pukul 20.44 waktu Lebanon.
  • Pemerintah menjamin repatriasi jenazah, perawatan medis korban luka, serta pemberian sejumlah hak kepada keluarga, termasuk gaji terusan dan beasiswa anak.

INFORMASI.COM, Jakarta - Deru artileri memecah keheningan malam di Lebanon Selatan, Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu setempat. Saat itu, Praka Farizal Rhomadon tengah menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.

Serangan Israel yang membabi buta itu akhirnya merenggut nyawanya, menjadikannya prajurit TNI pertama yang gugur dalam misi perdamaian di tengah eskalasi konflik yang kembali memanas.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (30/3/2026), mengonfirmasi duka yang mendalam tersebut. Selain Farizal, insiden di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr itu juga melukai tiga prajurit lainnya.

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Rico dalam keterangan pers, Senin (30/3/2026).

Thumbnail Satu Personel TNI Gugur dan Tiga Luka Akibat Serangan Israel di Lebanon
i

Baca Juga

Satu Personel TNI Gugur dan Tiga Luka Akibat Serangan Israel di Lebanon

Nasional

Prajurit kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 itu bukanlah sosok biasa. Bergabung dalam Yonif 113/Jaya Sakti, Farizal menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di kesatuannya.

Selama mengabdi, ia pernah menerima dua tanda kehormatan negara: Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun. Keduanya menjadi bukti dedikasi tanpa henti yang ia persembahkan untuk bangsa.

Serangan yang merenggut nyawa Farizal terjadi tepat pukul 20.44 waktu Lebanon atau 01.40 WIB dini hari.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, melalui unggahan di akun X resmi mereka, menjelaskan bahwa prajurit TNI tersebut terkena serangan artileri tidak langsung yang mengarah ke lokasi mereka di dekat Adchit Al Qusayr.

"Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," jelas Kemlu.

Kepergian Farizal meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ia cintai. Ia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang anak perempuan, Shanaya Almahyra Elshanu, yang masih berusia dua tahun. Bayangan sang ayah kini hanya tersisa dalam ingatan dan foto keluarga.

Thumbnail Praka Farizal Rhomadhon, Anggota TNI yang Gugur akibat Serangan Israel di Lebanon
i

Baca Juga

Praka Farizal Rhomadhon, Anggota TNI yang Gugur akibat Serangan Israel di Lebanon

Internasional

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri bergerak cepat. Fokus utama saat ini adalah memulangkan jenazah Farizal ke tanah air dan memastikan seluruh personel yang terluka mendapatkan perawatan medis terbaik. Koordinasi dengan UNIFIL pun terus dilakukan untuk kelancaran repatriasi.

"Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka. Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka," jelas Kemlu.

Selain itu, sejumlah hak akan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah menyiapkan gaji terusan selama enam bulan, bantuan beasiswa anak, dana TWP AD, uang duka wafat, dana Watzah, serta biaya pemakaman. Rencana pemakaman almarhum sendiri masih dalam koordinasi dengan pihak keluarga.

Di tengah duka yang menyelimuti, Indonesia kembali menyuarakan sikap tegas. Pemerintah mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan.

"Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian," ujar Kemlu dalam pernyataan resminya.

Serangan yang merenggut nyawa putra terbaik bangsa ini menjadi pengingat pahit bahwa misi perdamaian kerap dihadapkan pada risiko yang tak terduga. Namun di balik duka, kepergian Farizal Rhomadon menjadi saksi bahwa prajurit TNI tetap teguh menjalankan amanat bangsa, melindungi nama baik Indonesia di kancah internasional, bahkan hingga titik darah penghabisan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.