- • Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez kembali melakukan kunjungan ke China untuk keempat kalinya dalam tiga tahun.
- • Langkah ini dilakukan untuk mempererat hubungan dengan Beijing di tengah meningkatnya ketegangan dengan Donald Trump.
- • Kunjungan berfokus pada kerja sama ekonomi, investasi, dan penyeimbangan defisit perdagangan yang mencapai €42,2 miliar.
INFORMASI.COM, Jakarta - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke China pekan ini, menandai lawatan keempat dalam tiga tahun terakhir. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Madrid memperkuat hubungan strategis dengan Beijing di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tegang.
Langkah Sánchez terjadi dalam konteks hubungan yang memanas dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump kerap memicu ketegangan dengan sekutu Eropa, termasuk melalui kebijakan luar negeri dan militer yang tidak sejalan dengan Uni Eropa.
Sánchez termasuk salah satu pemimpin Eropa yang vokal mengkritik intervensi militer Amerika Serikat dan Israel di Iran. Dalam situasi tersebut, pemerintah Spanyol melihat China sebagai mitra strategis alternatif untuk memperkuat posisi ekonomi dan diplomatiknya.
Profesor Studi Asia Timur di Autonomous University of Madrid, Mario Esteban, menilai pendekatan ini sebagai langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh pemimpin Spanyol.
“Tidak ada perdana menteri Spanyol yang pernah mengambil pendekatan seperti ini terhadap China,” kata Esteban.
Ia menjelaskan bahwa Spanyol kini berupaya meningkatkan keterlibatan bilateral untuk mengejar ketertinggalan hubungan yang selama ini dinilai belum berkembang optimal.
Meski demikian, Esteban menolak anggapan bahwa Spanyol mulai lebih dekat ke China dibandingkan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa hubungan perdagangan dan kerja sama strategis dengan Washington masih jauh lebih signifikan.
Ia juga menyebut bahwa pendekatan Spanyol terhadap China cenderung lebih positif dibandingkan negara-negara Uni Eropa lainnya.
“Ini yang menyebabkan gesekan,” ujar Esteban.
Kunjungan resmi Sánchez dijadwalkan dimulai pada Senin, 13 April. Dalam agenda tersebut, ia akan menghadiri jamuan resmi bersama Presiden China Xi Jinping pada Selasa, serta bertemu Perdana Menteri China Li Qiang untuk menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama.
Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki bobot politik yang besar. Madrid menilai hubungan dengan China sebagai kemitraan strategis penting, dengan tetap mengacu pada kepentingan dan kebijakan Uni Eropa.
Fokus utama kunjungan ini adalah sektor ekonomi. Spanyol berupaya menyeimbangkan defisit perdagangan dengan China yang mencapai €42,2 miliar pada 2025, sekaligus membuka akses pasar bagi produk agraria dan industri nasional.
Selain agenda pemerintahan, Sánchez juga dijadwalkan bertemu dengan Kamar Dagang Uni Eropa di China serta sejumlah pelaku industri di sektor energi, otomotif, dan telekomunikasi. Pemerintah Spanyol juga berharap dapat menarik investasi produktif dari China, khususnya di bidang teknologi.
Salah satu contoh investasi besar China di Spanyol berada di wilayah Aragón, di mana perusahaan baterai CATL bersama Stellantis tengah membangun pabrik baterai senilai €4,1 miliar di Zaragoza.
Sejak menjabat untuk periode kedua pada 2023, Sánchez telah tiga kali mengunjungi China, ditambah kunjungan rutin para menteri serta kunjungan Raja dan Ratu Spanyol pada November lalu. Intensitas hubungan ini membuat Spanyol kerap dipandang sebagai salah satu mitra terdekat China di Uni Eropa.
Namun, hubungan tersebut tidak lepas dari kontroversi. Ketergantungan Spanyol terhadap teknologi perusahaan China seperti Huawei sempat menuai kritik, terutama terkait penggunaan perangkat untuk data sensitif.
Pemerintah Spanyol kemudian membatalkan sejumlah kontrak dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Komisi Eropa yang berupaya mengurangi ketergantungan pada pemasok berisiko tinggi di sektor strategis.
Sekretaris Pertahanan Spanyol, Amparo Valcarce, menegaskan bahwa negaranya telah mengambil langkah untuk memperkuat keamanan siber.
“Spanyol telah menerapkan kerangka kerja yang kuat yang sejalan dengan tujuan Eropa untuk memperkuat keamanan siber dan melindungi rantai pasok teknologi informasi dan komunikasi,” kata Valcarce dalam sidang parlemen pada Februari lalu.
Dalam kunjungan ini, Sánchez juga dijadwalkan mengunjungi kantor pusat perusahaan teknologi China Xiaomi di Beijing. Namun, pemerintah belum memastikan apakah perwakilan Huawei akan terlibat dalam pertemuan dengan pelaku industri tersebut.
Esteban menilai hubungan Spanyol dengan China membuka peluang baru, khususnya dalam perdagangan dan investasi.
“Tetapi kita harus menunggu dan melihat hasil nyata dari keterlibatan ini. Itu persoalan lain,” ujar Esteban.