AS Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Trump Tetap Lanjutkan Blokade Pelabuhan Iran

AS Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Trump Tetap Lanjutkan Blokade Pelabuhan Iran
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. Antara/Anadolu/py.
Ikhtisar
  • Presiden AS Donald Trump menyetujui perpanjangan gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan.
  • Meski diperpanjang, Angkatan Laut AS tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
  • Iran belum memberikan tanggapan resmi, sementara kedua pihak sebelumnya saling memperingatkan potensi konflik lanjutan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusan Washington untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran di tengah ketidakpastian negosiasi, Selasa (21/4/2026) malam waktu setempat.

Keputusan tersebut diambil menjelang berakhirnya masa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati selama dua pekan.

Gencatan senjata itu dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4/2026), namun diperpanjang setelah adanya permintaan dari Pakistan guna membuka ruang diplomasi lanjutan.

"Berdasarkan fakta Pemerintah Iran sangat terpecah belah, yang tidak mengejutkan, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu," kata Donald Trump dalam unggahan di platform Truth Social.

Dalam pernyataannya, Trump tetap menegaskan posisi militer Amerika Serikat tidak berubah di lapangan. Ia memastikan Angkatan Laut AS masih melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

"Saya telah menginstruksikan militer kita untuk melanjutkan blokade dan, dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu, dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara," tambah Trump.

Sebelumnya, kedua negara telah saling memperingatkan mengenai kemungkinan kembali terjadinya konflik terbuka apabila tidak tercapai kesepakatan baru. Hingga keputusan ini diumumkan, pihak Iran belum memberikan respons resmi.

Dukungan terhadap perpanjangan gencatan senjata datang dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang menyampaikan apresiasi melalui akun X resminya.

"Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat menyimpulkan kesepakatan perdamaian yang komprehensif," ujar Sharif.

Secara kronologis, gencatan senjata tersebut dimulai pada 8 April 2026 dan semula akan berakhir pada 22 April 2026 pukul 19.50 EST atau 23 April 2026 pukul 07.50 WIB. Informasi itu disampaikan oleh Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar melalui media sosial.

Sehari sebelum pengumuman, Trump sempat menyampaikan sikap berbeda terkait kemungkinan perpanjangan gencatan senjata dalam wawancara dengan CNBC.

“Saya berharap akan melakukan pengeboman, karena saya pikir itu adalah sikap yang lebih baik untuk dilakukan. Kami siap untuk bertindak,” kata Trump.

Pernyataan tersebut menunjukkan tekanan yang masih tinggi dalam hubungan kedua negara, meskipun jalur diplomasi sementara tetap dibuka melalui perpanjangan gencatan senjata.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.