Trump Akui Gencatan Senjata AS-Iran Dimanfaatkan Isi Amunisi, Blokade Tetap Berjalan

Trump Akui Gencatan Senjata AS-Iran Dimanfaatkan Isi Amunisi, Blokade Tetap Berjalan
Ilustrasi dibuat menggunakan ChatGPT
Ikhtisar
  • Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata dimanfaatkan untuk mengisi kembali stok amunisi militer.
  • AS tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran meski menyetujui perpanjangan gencatan senjata.
  • Iran belum merespons, sementara mediator internasional berupaya membuka putaran negosiasi baru.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Washington dan Teheran memberikan keuntungan strategis bagi militer AS untuk memperkuat kembali persenjataan di tengah ketegangan yang belum mereda.

Dalam wawancara dengan CNBC, Trump menilai jeda konflik tersebut memberi ruang bagi penguatan logistik militer Amerika Serikat.

“[Gencatan senjata] menurut saya hal yang baik, karena kami kini terisi penuh. Kami mempunyai banyak amunisi, kami memiliki begitu banyak segalanya… jauh lebih kuat dibanding empat atau lima pekan lalu. Jadi, kami memanfaatkannya kesempatan ini untuk mengisi kembali stok,” kata Trump, dalam unggahan di platform Truth Social, dikutip Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan bahwa Iran kemungkinan melakukan langkah serupa selama periode gencatan senjata dengan memperkuat persediaan militernya.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Situasi tersebut kemudian mendorong kedua pihak menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.

Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan final. Di tengah kebuntuan tersebut, Amerika Serikat mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menjelang berakhirnya masa gencatan senjata, Trump sempat menyampaikan sikap keras terkait kemungkinan konflik lanjutan.

“Saya berharap akan melakukan pengeboman, karena saya pikir itu adalah sikap yang lebih baik untuk dilakukan. Kami siap untuk bertindak,” kata Trump.

Meski demikian, pada Selasa (21/4/2026) malam waktu setempat, Trump mengumumkan keputusan untuk memperpanjang gencatan senjata atas permintaan Pakistan, sambil menunggu proposal kesepakatan dari pihak Iran.

Pemerintah AS tetap mempertahankan tekanan militer dengan melanjutkan blokade laut terhadap Iran. Sementara itu, kedua negara sebelumnya telah saling memperingatkan kemungkinan kembali ke medan pertempuran jika tidak tercapai kesepakatan baru.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut langkah tersebut dan berharap proses diplomasi dapat berlanjut.

"Saya sangat berharap kedua belah pihak akan terus mematuhi gencatan senjata dan dapat menyimpulkan kesepakatan perdamaian yang komprehensif," ujar Sharif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Iran terkait perpanjangan gencatan senjata. Para mediator internasional saat ini masih berupaya mengatur perundingan lanjutan untuk meredakan ketegangan di kawasan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.