Daftar 5 WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla ke Gaza, Ada Jurnalis Republika dan Tempo

Daftar 5 WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla ke Gaza, Ada Jurnalis Republika dan Tempo
Istimewa
Ikhtisar
  • Lima WNI dilaporkan ditangkap militer Israel saat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat di perairan internasional menuju Gaza.
  • Di antara nama yang dilaporkan ditangkap merupakan jurnalis dari Republika dan TV Tempo.
  • Kementerian Luar Negeri RI menyatakan empat WNI lainnya masih berlayar di sekitar Siprus dan berada dalam kondisi rawan intersepsi.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kapal-kapal misi perdamaian Global Sumud Flotilla (GSF) dicegat tentara Israel di perairan internasional saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza pada Senin (18/5/2026). Dalam insiden itu, sejumlah warga negara Indonesia (WNI) diduga ikut ditangkap oleh pasukan Israel.

Para peserta misi sebelumnya disebut telah menyiapkan pesan darurat atau SOS sebelum keberangkatan sebagai bagian dari protokol keamanan apabila terjadi intersepsi di laut.

Berdasarkan data dari Global Sumud Flotilla, lima WNI yang diduga ditangkap berada di beberapa kapal berbeda. Sebagian di antaranya merupakan jurnalis media nasional.

Berikut daftar WNI yang dilaporkan ditangkap:

  • Thoudy Badai, jurnalis Republika, berada di Kapal Ozgurluk.
  • Rahendro Herubowo, sebelumnya tercantum sebagai jurnalis iNews, berada di Kapal Ozgurluk. Namun, Pemimpin Redaksi iNews, Aiman Witjaksono, menyatakan Rahendro telah mengundurkan diri dari iNews pada Agustus 2022.
  • Bambang Noroyono, jurnalis Republika, berada di Kapal Boralize.
  • Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis TV Tempo, berada di Kapal Ozgurluk.
  • Andi Angga, aktivis, berada di Kapal Josef.

Selain lima WNI tersebut, empat WNI lainnya dilaporkan masih melanjutkan pelayaran di sekitar perairan Siprus.

Mereka terdiri atas:

  • Ronggo Wirasnu, aktivis, berada di Kapal Zefiro.
  • Herman Budianto, aktivis, berada di Kapal Zefiro.
  • As'ad Aras, aktivis, berada di Kapal Kasri Sadabat.
  • Hendro Prasetyo, aktivis, berada di Kapal Kasri Sadabat.

Kementerian Luar Negeri RI kemudian mengonfirmasi lima WNI telah ditangkap militer Israel setelah kapal-kapal konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat saat menuju Gaza.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyebut total terdapat sembilan WNI yang tergabung dalam koalisi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi GSF 2.0 tersebut.

“Berdasarkan informasi per pagi ini, sebanyak lima WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel,” kata Yvonne dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa (19/5/2025).

Kemlu RI menyatakan empat WNI lain yang masih berada di laut tetap menghadapi risiko karena operasi intersepsi Israel belum berhenti.

“Keempat WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi oleh militer Israel,” ujar Yvonne.

Untuk menangani situasi tersebut, Kemlu RI mulai berkoordinasi dengan KBRI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul guna menyiapkan perlindungan serta proses penanganan terhadap WNI yang ditangkap.

Pemerintah Indonesia juga menyiapkan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila dokumen perjalanan para WNI disita oleh otoritas Israel. Selain itu, perwakilan RI membuka kemungkinan pemberian bantuan medis bila diperlukan.

“Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian,” kata dia.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.