Pembukaan Selat Hormuz Mulai Dibahas, AS Dikabarkan Siap Cabut Blokade Iran

Pembukaan Selat Hormuz Mulai Dibahas, AS Dikabarkan Siap Cabut Blokade Iran
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. Antara/Anadolu/py.
Ikhtisar
  • Laporan The Washington Post menyebut Amerika Serikat dan Iran mulai membahas pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap.
  • Tahap awal disebut mencakup pencairan aset Iran senilai 12 miliar dolar AS dan pencabutan blokade AS.
  • Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan negosiasi dengan Iran menunjukkan perkembangan positif.

INFORMASI.COM, Jakarta - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mulai menyusun tahapan pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan fase awal yang mencakup pencabutan blokade Washington terhadap Teheran serta pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan.

Laporan media Amerika Serikat, The Washington Post, Senin (25/5/2026), mengutip seorang pejabat Iran yang menyatakan proses pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Seorang pejabat Iran, yang berbicara dengan syarat anonimitas, mengatakan pembukaan Selat tersebut akan dilakukan secara bertahap,” tulis laporan The Washington Post.

Menurut laporan tersebut, tahap pertama kesepakatan mencakup pencairan aset Iran senilai 12 miliar dolar AS oleh Amerika Serikat. Selain itu, proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz juga disebut akan dimulai bersamaan dengan pencabutan blokade AS.

The Washington Post melaporkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang sedang dibahas kedua negara belum memuat kesepakatan final terkait program nuklir Iran. Dokumen itu disebut hanya berisi komitmen untuk melanjutkan negosiasi isu nuklir pada tahap berikutnya.

Meski demikian, laporan yang sama turut mengutip seorang pejabat senior Amerika Serikat yang menyatakan MoU tersebut tetap mengikat Iran agar tidak memiliki senjata nuklir, termasuk kewajiban untuk “menyerahkan debu nuklir”.

Di tengah proses negosiasi itu, Presiden Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung lancar.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menegaskan kesepakatan hanya akan terjadi apabila menguntungkan seluruh pihak dan mampu menghindari konflik yang lebih besar.

“Perjanjian tersebut hanya akan menjadi kesepakatan yang bagus bagi semua pihak atau, tidak ada kesepakatan sama sekali. Kembali ke garis depan pertempuran dan saling tembak, tetapi lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya. Dan tak ada seorang pun yang menginginkan itu!” tulis Trump.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang tercapainya kesepakatan.

“Kami memiliki apa yang saya nilai sebagai kesepakatan yang cukup solid di meja perundingan terkait kemampuan mereka untuk membuka selat tersebut, memastikan selat itu terbuka, memasuki negosiasi yang sangat nyata, signifikan, berjangka waktu tertentu mengenai masalah nuklir, dan semoga kami bisa mewujudkannya,” kata Rubio kepada awak media.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.