- • Otoritas Umum Statistik Arab Saudi mengumumkan total jemaah haji 2026 mencapai 1.707.301 orang, meningkat 34 ribu jiwa dibandingkan tahun lalu.
- • Jemaah asal Indonesia menjadi kontingen terbesar dengan 221 ribu orang, setara 13 persen dari total jemaah haji dunia.
- • Peningkatan jumlah jemaah terjadi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah pasca serangan Israel dan AS ke Iran pada 28 Februari 2026 yang kemudian dibalas Iran.
INFORMASI.COM, Jakarta - Otoritas Umum Statistik Arab Saudi merilis data final jumlah jemaah yang melaksanakan ibadah haji pada tahun 2026. Total keseluruhan mencapai 1.707.301 orang, sebuah angka yang melampaui capaian pada musim haji tahun sebelumnya.
Jemaah haji tahun ini datang dari 165 negara berbeda. Ketika digabung dengan warga lokal Arab Saudi, maka asal jemaah tercatat berasal dari 166 negara.
Rincian jemaah menurut asal wilayah menunjukkan dominasi peserta dari luar negeri. Sebanyak 1.546.655 orang merupakan jemaah asing. Sisanya, yakni 160.646 orang, adalah jemaah dalam negeri yang terdiri atas warga negara Saudi dan para residen atau mukimin.
Dari sekian banyak negara pengirim jemaah, Indonesia menempati posisi teratas. Negeri ini memberangkatkan 221 ribu calon jemaah haji. Angka tersebut setara dengan sekitar 13 persen dari total jemaah haji dunia tahun ini.
Data berdasarkan jenis kelamin mencatat jumlah jemaah laki-laki sebanyak 893.396 orang. Sementara itu, jemaah perempuan tercatat 813.905 orang.
Otoritas Saudi juga mengerahkan sumber daya manusia yang besar untuk melayani tamu Allah. Tenaga kerja yang ditempatkan di berbagai sektor mencapai 441.049 orang. Selain itu, terdapat 26.701 relawan yang tersebar di berbagai pos pelayanan.
Saat ini, para jemaah telah menyelesaikan rangkaian mabit di Muzdalifah. Mereka kemudian melanjutkan ritual berikutnya dengan dua pilihan: sebagian menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf Ifadah, sementara sebagian lainnya menuju Mina untuk melempar jumrah di jembatan Jamarat.
Perbandingan dengan tahun lalu menunjukkan peningkatan jumlah peserta. Pada musim haji 2025, jemaah yang berasal dari luar Arab Saudi tercatat 1.506.576 orang. Adapun jemaah domestik (warga negara Saudi dan residen) tahun lalu sebanyak 166.654 orang. Dengan demikian, total jemaah haji 2026 tercatat lebih banyak 34 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan volume jemaah haji 2026 ini terjadi pada situasi kawasan Timur Tengah yang tengah memanas. Konflik escalation bermula dari serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas serangan tersebut, menciptakan ketegangan regional yang berlangsung hingga memasuki musim haji.