Wajah Donald Trump Berpeluang Tampil di Uang Pecahan 250 Dolar AS

Wajah Donald Trump Berpeluang Tampil di Uang Pecahan 250 Dolar AS
Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperlihatkan contoh ilustrasi uang pecahan 250 dolar AS bergambar Donald Trump.
Ikhtisar
  • Wajah Presiden AS Donald Trump berpeluang tampil dalam penerbitan baru pecahan uang 250 dolar AS.
  • Jika jadi, Trump menjadi orang pertama dalam 150 tahun terakhir yang wajahnya dicetak di mata uang AS saat masih hidup.
  • Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa RUU untuk mengubah aturan larangan gambar orang hidup telah diajukan di DPR dan Senat.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat tengah menggodok rencana pencetakan uang pecahan baru bernominal USD 250 dengan wajah Presiden Donald Trump di bagian depannya. Jika terealisasi, Trump akan menjadi tokoh pertama dalam sekitar 150 tahun yang potretnya menghiasi mata uang AS semasa dirinya masih hidup.

Rencana tersebut pertama kali diungkap oleh Washington Post pada Kamis (28/5) lalu.

Menyusul kabar itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam konferensi pers mengonfirmasi bahwa saat ini telah ada rancangan undang-undang di DPR dan Senat untuk mengubah aturan yang selama ini melarang gambar orang hidup muncul di mata uang Amerika.

"Sekarang ada rancangan undang-undang di DPR dan Senat untuk mengubah aturan pertama sehingga orang yang masih hidup, Donald J. Trump, dapat tampil di uang pecahan USD 250," ujar Bessent.

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan persiapan awal jika aturan tersebut disetujui Kongres, namun tetap akan mengikuti hukum yang berlaku.

Desain awal yang beredar menunjukkan wajah Trump terpampang di bagian depan uang dengan tulisan "America 250 anniversary". Tulisan itu merujuk pada perayaan 250 tahun kemerdekaan AS yang jatuh pada 4 Juli 1776.

Dua pejabat Kementerian Keuangan yang ditunjuk Trump sejak tahun lalu, menurut laporan, telah meminta Bureau of Engraving and Printing menyiapkan prototipe uang tersebut. Namun di internal biro percetakan pemerintah, sejumlah pegawai mengaku khawatir. Mereka menilai rencana itu bertentangan dengan hukum federal yang melarang presiden yang masih hidup muncul di uang AS.

Juru bicara Kementerian Keuangan menyebut biro percetakan saat ini masih melakukan kajian dan perencanaan terkait proposal. Bendahara AS Brandon Beach juga disebut belum meminta pencetakan dilakukan sebelum ada keputusan resmi dari Kongres.

Di sisi lain, Direktur Bureau of Engraving and Printing, Patricia Solimene, dilaporkan sempat memperingatkan adanya hambatan hukum dan prosedural sebelum akhirnya dipindahkan dari jabatannya.

Rencana pencetakan uang bergambar Trump ini menambah daftar langkah pemerintahan Trump yang dinilai semakin menonjolkan identitas pribadi sang presiden di berbagai institusi negara.

Sebelumnya, Komisi Seni Rupa AS telah menyetujui pencetakan koin emas peringatan 250 tahun AS berbahan emas 24 karat. Nama Trump juga mulai digunakan di sejumlah institusi budaya, termasuk John F. Kennedy Center for the Performing Arts dan US Institute of Peace.

Wajah Trump kini terlihat di spanduk besar di gedung Kementerian Kehakiman dan Kementerian Pertanian AS, serta disebut akan muncul di beberapa paspor AS.

Rancangan undang-undang terkait uang pecahan USD 250 sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang berarti di Kongres.

Kalangan Demokrat pun melontarkan kritik keras. Senator Mark Warner menyebut usulan itu sebagai upaya Gedung Putih untuk memuaskan ego presiden secara terang-terangan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.