- • Duta Besar Iran untuk PBB memastikan Selat Hormuz kini sudah beroperasi secara normal dan terbuka sepenuhnya bagi pelayaran kapal-kapal dagang global.
- • Pemulihan jalur perairan strategis ini merupakan hasil konkret dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat.
- • Arus lalu lintas kapal komersial dan pengiriman minyak mentah di selat tersebut langsung melonjak ke level tertinggi sejak awal Juni 2026.
INFORMASI.COM, Jakarta – Jalur perdagangan laut global di kawasan Timur Tengah kembali pulih ke kondisi normal. Duta Besar sekaligus Perwakilan Tetap Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, memastikan bahwa Selat Hormuz kini telah terbuka sepenuhnya bagi seluruh pelayaran internasional, termasuk kapal-kapal niaga.
Pernyataan resmi tersebut mengakhiri periode ketegangan tinggi yang sempat melumpuhkan aktivitas maritim di salah satu jalur perairan paling strategis di dunia tersebut. Bahreini mengonfirmasi bahwa aktivitas distribusi energi global sudah kembali bergeliat secara masif dalam beberapa waktu terakhir.
"Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang," katanya kepada wartawan di Jenewa pada Selasa (23/6/2026).
Bahreini menambahkan bahwa sejumlah besar pasokan minyak mentah telah dikirimkan melewati Selat Hormuz dalam beberapa hari ke belakang tanpa mengalami hambatan operasional.
Kronologi Resolusi Konflik Hingga Pembukaan Selat
Pulihnya keamanan di Selat Hormuz tidak lepas dari rangkaian kesepakatan diplomatik intensif yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Berikut adalah alur kronologis tercapainya perdamaian kedua negara di meja perundingan:
- •28 Februari 2026: Konflik bersenjata antara militer Iran dan Amerika Serikat resmi bermula, yang kemudian memicu penutupan jalur laut serta pemblokiran pelabuhan.
- •Pekan Lalu (Pertengahan Juni 2026): Delegasi Iran dan Amerika Serikat secara elektronik menandatangani dokumen perdamaian bernama Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Dokumen ini menjadi landasan hukum utama untuk mengakhiri perseteruan militer kedua negara. Di dalam dokumen tersebut, AS wajib mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran berkewajiban memulihkan akses pelayaran di Selat Hormuz.
- •21 Juni 2026: Pakistan dan Qatar bertindak sebagai mediator dalam pertemuan lanjutan di Swiss. Kedua negara memfasilitasi negosiasi teknis antara perwakilan Iran dan Amerika Serikat guna membahas skema implementasi dari kesepakatan MoU Islamabad.
Peningkatan Aktivitas Maritim Pasca-Kesepakatan
Dampak positif dari berlakunya perjanjian damai tersebut langsung terasa di lapangan. Berdasarkan laporan dari kantor berita Anadolu, volume lalu lintas kapal komersial yang mengarungi Selat Hormuz langsung menunjukkan grafik peningkatan yang sangat tajam.
Intensitas pergerakan kapal niaga di kawasan tersebut bahkan menyentuh level tertinggi sejak awal bulan Juni 2026. Keberhasilan pembukaan kembali jalur pelayaran ini diharapkan dapat menstabilkan kembali pasokan energi dan menurunkan sentimen negatif pada sektor logistik maritim dunia.