- • Gempa berkekuatan hingga 7,5 magnitudo yang mengguncang Venezuela menewaskan sedikitnya 1.450 orang dan melukai sekitar 3.150 lainnya.
- • Tragedi tersebut turut menghantam dunia sepak bola Venezuela. Sejumlah pemain kehilangan anggota keluarga, sementara beberapa pesepakbola muda dipastikan meninggal dunia.
- • Pemerintah sementara Venezuela menyatakan operasi pencarian korban selamat terus dilakukan, di tengah mengalirnya bantuan internasional dari berbagai negara.
INFORMASI.COM, Jakarta - Gempa berkekuatan hingga 7,5 magnitudo yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) meninggalkan duka mendalam bagi negara tersebut. Hingga Senin (29/6/2026), otoritas setempat mencatat sedikitnya 1.450 orang meninggal dunia, sekitar 3.150 orang mengalami luka-luka, dan ratusan bangunan mengalami kerusakan berat akibat bencana tersebut.
Di tengah besarnya dampak bencana, dunia sepak bola Venezuela juga ikut berduka. Sejumlah pesepakbola menjadi korban secara langsung setelah kehilangan anggota keluarga, bahkan beberapa pemain muda dipastikan meninggal dunia.
Laporan The New York Times menyebutkan salah satu kabar paling memilukan datang dari pemain Deportivo La Guaira, Lucas Trejo. Pesepakbola yang membela klub dari wilayah terdampak paling parah itu kehilangan istri dan kedua anaknya akibat reruntuhan bangunan.
Keluarga Trejo sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian selama 72 jam.
Melalui pernyataan resmi di media sosial, Deportivo La Guaira menyampaikan belasungkawa kepada sang pemain.
"Dari #DLG, kami turut berduka cita atas kehilangan yang mendalam yang dialami pemain Lucas Trejo, atas meninggalnya istrinya, Yanina Maranella, serta kedua anaknya, Aarón dan Ainhoa Trejo."
Klub juga menyampaikan doa bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga arwah mereka beristirahat dengan damai dan semoga Lucas serta seluruh orang-orang yang dicintainya mendapatkan penghiburan."
Korban dari kalangan pesepakbola tidak berhenti di situ. Hector Bello juga kehilangan istrinya, Andrea Bello, akibat bencana yang sama.
Sementara itu, gempa turut merenggut nyawa sejumlah pemain muda Venezuela. Yimvert Berroteran dan Razan Sijaa yang sama-sama berusia 18 tahun dipastikan meninggal dunia. Korban lainnya adalah Victor Palacios, pemain lulusan akademi San Agustin.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar. Data terbaru dari pemerintah menunjukkan sebanyak 774 bangunan mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa kembar yang melanda wilayah tersebut.
Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, Presiden interim Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan apresiasi kepada tim penyelamat internasional yang masih bekerja mencari korban di bawah reruntuhan bangunan.
"Hari ini kami telah menyelamatkan orang-orang yang masih hidup, dan oleh karena itu upaya ini tidak akan dihentikan. Kami selalu berpegang teguh pada harapan."
Upaya penanganan bencana juga diperkuat dengan bantuan dari berbagai negara. Amerika Serikat mengirimkan helikopter untuk mendukung distribusi logistik, sekaligus menambah 230 personel militer guna memperluas kapasitas bandara dan membuka kembali pelabuhan penting agar penyaluran bantuan kemanusiaan dapat berlangsung lebih cepat.