- • Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, setelah rangkaian prosesi penghormatan terakhir selama sepekan.
- • Jutaan pelayat menghadiri prosesi yang berlangsung di Iran dan Irak, sementara peti jenazah Khamenei diterbangkan dari Karbala menuju kota kelahirannya dengan pengawalan jet tempur.
- • Pemakaman berlangsung di tengah memanasnya kembali konflik Iran dan Amerika Serikat setelah gencatan senjata dinyatakan berakhir.
INFORMASI.COM, Jakarta - Jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza, Kota Mashhad, Jumat (10/7/2026), setelah melalui rangkaian prosesi penghormatan terakhir yang berlangsung selama beberapa hari di Iran dan Irak.
Peti jenazah yang diselimuti bendera Iran dibawa memasuki kompleks makam Imam Reza, tempat ribuan hingga jutaan pelayat telah menunggu sejak pagi. Massa memadati area sekitar makam sambil melantunkan doa sebagai penghormatan terakhir kepada pemimpin yang wafat pada 28 Februari 2026.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, mengonfirmasi prosesi pemakaman tersebut.
"Jenazah pemimpin Revolusi Islam yang gugur itu dimakamkan di aula peringatan Makam Imam Reza."
Prosesi di Mashhad menjadi penutup dari rangkaian penghormatan terakhir yang sebelumnya digelar secara bergelombang di Teheran, sejumlah kota suci di Iran, hingga kota-kota suci Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Selama beberapa hari terakhir, jutaan orang dilaporkan mengikuti iring-iringan jenazah, sementara delegasi dari puluhan negara turut menghadiri upacara penghormatan tersebut.
Sebelum dimakamkan, jenazah Khamenei diterbangkan dari Irak menuju Mashhad. Rekaman yang dipublikasikan situs resmi pemimpin tertinggi Iran memperlihatkan pesawat yang membawa peti jenazah mendapat pengawalan sedikitnya satu jet tempur hingga mendarat di kota kelahirannya.
Kantor berita resmi IRNA juga menayangkan pesawat Mahan Air yang mengangkut jenazah Khamenei saat tiba di Bandara Mashhad. Selain jenazah Khamenei, sejumlah anggota keluarganya yang turut menjadi korban perang juga dipulangkan dari Irak setelah mengikuti prosesi penghormatan terakhir.
Menurut pemerintah Iran, Khamenei dimakamkan sesuai wasiat pribadinya. Kepala Staf Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mohammadi-Golpaygani, sebelumnya menyatakan bahwa Khamenei menginginkan Mashhad sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.
Kompleks Makam Imam Reza dipilih karena memiliki arti penting dalam sejarah Islam Syiah. Tempat tersebut merupakan lokasi pemakaman Imam Reza, satu-satunya dari 12 imam Syiah yang dimakamkan di wilayah Iran. Selama berabad-abad, kompleks tersebut juga menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting, termasuk beberapa mantan Shah Iran dan mantan Presiden Iran, Ebrahim Raisi.
Di lokasi yang sama, Khamenei dimakamkan bersama sejumlah anggota keluarganya, yakni cucu perempuannya yang masih bayi, menantu laki-lakinya, putrinya, serta istri Mojtaba Khamenei, Zahra Haddad Adel. Mereka seluruhnya dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Prosesi pemakaman berlangsung di tengah situasi keamanan yang kembali memburuk. Pada hari-hari terakhir rangkaian penghormatan tersebut, Iran dan Amerika Serikat kembali terlibat aksi saling serang setelah gencatan senjata dinyatakan berakhir.
Pejabat Iran menyebut serangan Amerika Serikat menewaskan sedikitnya 17 orang, sementara media pemerintah melaporkan salah satu serangan menghantam jalur kereta api yang menghubungkan Teheran dan Mashhad.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Ia juga memperingatkan akan melancarkan serangan yang "jauh lebih parah" apabila Iran terus menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pemerintah daerah Mashhad sebelumnya memperkirakan sekitar 15 juta orang akan menghadiri prosesi pemakaman di kota suci tersebut. Meski jadwal semula direncanakan berlangsung pada Kamis pagi waktu setempat, panitia akhirnya mengundurkan pelaksanaan hingga siang hari karena rangkaian seremoni di Irak mengalami keterlambatan.
Dengan berakhirnya pemakaman di Mashhad, rangkaian penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei resmi ditutup setelah berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan jutaan pelayat dari Iran maupun berbagai negara lain.