Mojtaba Khamenei Akhir Muncul ke Publik Setelah 5 Bulan, Temui Presiden Pezeshkian

Mojtaba Khamenei Akhir Muncul ke Publik Setelah 5 Bulan, Temui Presiden Pezeshkian
Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru dipilih meneruskan kepemimpinan Ayatullah Ali Khamenei, ayahnya.
Ikhtisar
  • Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bertemu Presiden Masoud Pezeshkian untuk membahas kondisi ekonomi, militer, dan pertahanan Iran terkini.
  • Pertemuan tersebut menjadi kemunculan pertama Mojtaba di hadapan publik setelah lima bulan tidak terlihat sejak konflik Iran-Amerika Serikat dimulai.
  • Sebelumnya, Pezeshkian menyebut komunikasi dengan Mojtaba sulit dilakukan karena sang pemimpin Iran berada dalam persembunyian demi alasan keamanan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali muncul di hadapan publik setelah selama lima bulan tidak terlihat sejak konflik Iran dan Amerika Serikat berlangsung.

Mojtaba bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (9/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan terbaru terkait kondisi ekonomi, militer, dan pertahanan Iran.

Pertemuan itu menjadi penampilan publik pertama Mojtaba setelah sebelumnya lebih banyak menyampaikan pesan melalui pernyataan tertulis yang dirilis oleh media nasional Iran.

“Pemimpin Revolusi Islam bertemu dan berbicara dengan Presiden tentang masalah ekonomi dan militer,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui saluran Telegram resmi Pemimpin Tertinggi Iran.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa Mojtaba dan Pezeshkian membahas berbagai persoalan nasional, terutama pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, perkembangan konflik yang disebut Iran sebagai “Perang Ketiga yang dipaksakan”, serta perkembangan sektor militer.

Keduanya juga membicarakan kondisi ekonomi dan keuangan Iran, termasuk situasi mata uang nasional rial, sektor energi, serta kerja sama ekonomi Iran dengan negara-negara lain.

Mojtaba Lima Bulan Berada di Balik Layar

Kemunculan Mojtaba terjadi setelah video yang menampilkan dirinya beredar di media Iran. Sebelumnya, sejak mulai menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret 2026, Mojtaba belum pernah tampil langsung di depan publik.

Ia bahkan tidak menghadiri rangkaian pemakaman ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang berlangsung pada 3 hingga 9 Juli 2026.

Mojtaba menggantikan posisi ayahnya setelah Ali Khamenei meninggal dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026.

Selama periode tersebut, Mojtaba tidak menyampaikan pidato secara langsung seperti pemimpin Iran sebelumnya. Komunikasi publiknya dilakukan melalui pesan tertulis yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah.

Situasi itu terjadi karena alasan keamanan. Aparat keamanan Iran disebut membatasi kemunculan Mojtaba di ruang publik untuk menghindari risiko serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Pezeshkian Sebut Sulit Berkomunikasi dengan Mojtaba

Sebelum Mojtaba muncul dalam pertemuan dengan dirinya, Presiden Masoud Pezeshkian sempat mengungkapkan kesulitan berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Dalam wawancara dengan televisi nasional Iran yang dirilis Rabu (5/8/2026), Pezeshkian mengatakan Mojtaba berada dalam kondisi yang sulit dijangkau karena alasan keamanan.

“Saat ini, sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya (Mojtaba Khamenei). Namun, bagaimanapun juga, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami sehingga kami dapat terus melanjutkan (perjuangan),” kata Pezeshkian seperti dikutip France 24.

Pernyataan tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai hubungan Mojtaba dengan jajaran pemerintahan Iran. Sejumlah pihak sebelumnya mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Mojtaba karena ia jarang terlihat selama masa konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Namun, Pezeshkian membantah adanya masalah hubungan antara dirinya dengan Mojtaba maupun pejabat Iran lainnya. Ia menegaskan bahwa absennya Mojtaba dari ruang publik lebih berkaitan dengan faktor keamanan.

Pertemuan Bahas Ekonomi hingga Strategi Pertahanan

Dalam pertemuan terbaru itu, pemerintah Iran menyoroti sejumlah isu yang dianggap penting bagi keberlangsungan negara, mulai dari stabilitas ekonomi hingga penguatan sektor pertahanan.

Pembahasan mengenai ekonomi mencakup kondisi mata uang rial yang menghadapi tekanan, sektor energi, serta hubungan perdagangan Iran dengan negara lain.

Sementara di bidang pertahanan, keduanya membahas perkembangan militer Iran setelah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat.

Kemunculan Mojtaba dalam pertemuan resmi bersama Pezeshkian menjadi sinyal bahwa ia mulai kembali menjalankan aktivitas publik, meski selama beberapa bulan terakhir pemerintah Iran membatasi penampilannya karena alasan keamanan.

Pertemuan tersebut juga menjadi penampilan pertama Mojtaba yang dipublikasikan setelah periode panjang berada di balik layar sejak menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.