- • Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuding AS membunuh anak-anak dalam rangkaian serangan ke Iran.
- • Tuduhan itu muncul setelah serangan terhadap sebuah rumah di Kuhestak, Sirik, saat berlangsung perayaan pernikahan.
- • Iran melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan 63 lainnya terluka.
INFORMASI.COM, Jakarta - Amerika Serikat dilaporkan kembali menyerang Iran. Di tengah laporan jatuhnya korban sipil, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuding militer AS telah membunuh anak-anak dan menyebut pasukan Amerika Serikat sebagai “Setan”.
Ghalibaf menyampaikan pernyataan tersebut melalui X. Ia mengatakan tindakan sebuah kekuatan yang menyerupai perilaku Setan membuat kekuatan itu layak disebut Setan.
“Jika sebuah kekuatan bertindak seperti Setan, memilih target seperti Setan, dan membunuh seperti Setan, maka itu adalah Setan,” kata Ghalibaf, Selasa (1/9/2026).
Ia kemudian merujuk pada serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Minab. Menurut laporan yang dikutip dalam pernyataan tersebut, lebih dari 150 orang tewas dalam serangan itu, sebagian besar merupakan anak-anak.
Ghalibaf juga menyinggung serangan terhadap sebuah rumah di Sirik yang terjadi ketika warga sedang menggelar perayaan pernikahan. Serangan tersebut kembali memunculkan tudingan Iran bahwa operasi militer AS telah menyebabkan korban dari kalangan warga sipil.
Korban Berjatuhan di Lokasi Perayaan Pernikahan
Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat melakukan pengeboman terhadap sebuah rumah di Kuhestak, wilayah Sirik, pada Rabu pagi. Rumah tersebut disebut sedang digunakan untuk kegiatan perayaan pernikahan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut serangan itu sebagai tindakan “brutal”. Ia mengatakan lebih dari 50 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi korban tewas maupun luka.
Media Iran, Press TV, melaporkan sedikitnya lima orang tewas dalam serangan tersebut.
Informasi mengenai kondisi di lokasi juga disampaikan pejabat Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour melalui X.
“Para syuhada termasuk seorang anak. Listrik dan telepon terputus,” tulis Kermanpour.
Gambaran kerusakan di lokasi muncul melalui rekaman yang dipublikasikan Bulan Sabit Merah Iran. Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah bangunan dengan bagian dinding dan jendela yang hancur. Puing-puing juga terlihat berserakan di sekitar bangunan.
Organisasi kemanusiaan itu turut merilis sejumlah foto yang memperlihatkan beberapa anak mendapatkan perawatan di rumah sakit.
63 Orang Terluka, 50 di Antaranya Perempuan dan Anak-anak
Data korban kemudian diperbarui oleh Gubernur Kabupaten Sirik, Reza Shahidiyan.
Dalam keterangannya kepada stasiun televisi pemerintah IRIB, Shahidiyan mengatakan sebanyak 63 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 50 korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Seluruh korban luka dibawa ke rumah sakit di Minab, kota terdekat dari lokasi ledakan. Shahidiyan mengatakan kondisi mereka berada dalam keadaan stabil.
“Dalam kondisi stabil,” kata Shahidiyan mengenai keadaan para korban yang menjalani perawatan.
Di tengah proses evakuasi dan perawatan korban, kantor berita semi-resmi Fars mempublikasikan kesaksian seorang anak yang selamat dari ledakan.
Anak tersebut mengatakan dirinya mendengar suara pesawat tempur sebelum tiba di lokasi. Tidak lama setelah mereka sampai, ledakan terjadi.
“Ketika kami tiba di sana, sebuah ledakan terjadi. Ledakannya sangat dahsyat. Batu bata, batu, dan semen menghantam wajah dan kepala saya, dan banyak orang lainnya terluka,” katanya dalam sebuah video.
Ia menegaskan bahwa orang-orang yang berada di lokasi merupakan warga sipil.
“Semua orang hanya warga sipil biasa,” ujarnya.