Mengapa Boikot Adidas Muncul Lagi? Adidas Pro-Zionis?

Mengapa Boikot Adidas Muncul Lagi? Adidas Pro-Zionis?
Javier Bardem, aktor Spanyol yang menyerukan pemboikotan produk Adidas karena dinilai telah pro-zionis dan menyakiti warga Palestina.
Ikhtisar
  • Aktor Javier Bardem menyerukan boikot terhadap Adidas melalui Instagram Story sebagai bentuk solidaritas kepada Palestina.
  • Seruan itu muncul setelah Adidas Israel menampilkan Shalev Biton, mantan tentara Israel, dalam bintang iklan di medsos.
  • Adidas juga pernah dikritik karena mencoret Bella Hadid, selebritis Hollywood, dari kampanye sepatu SL72 pada 2024.

INFORMASI.COM, Jakarta - Adidas kembali menghadapi seruan boikot setelah menampilkan Shalev Biton dalam kampanye Single Shoe Service di Israel. Kampanye tersebut ditujukan bagi penyandang amputasi yang hanya membutuhkan satu sepatu, tetapi pilihan Biton sebagai salah satu wajah promosi memicu kritik dari kelompok pro-Palestina.

Salah satu tokoh yang kemudian ikut menyerukan boikot adalah aktor Spanyol Javier Bardem. Ia membagikan Instagram Story yang mengajak pengikutnya berhenti mendukung Adidas sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Lantas, apa yang membuat kampanye layanan satu sepatu Adidas tersebut menuai kontroversi?

Berawal dari Layanan Satu Sepatu Adidas

Adidas Israel meluncurkan Single Shoe Service, layanan yang memungkinkan penyandang amputasi membeli satu sepatu dengan harga 50 persen dari harga sepasang.

Program itu menyasar pengguna yang hanya membutuhkan satu sepatu karena kehilangan salah satu anggota tubuh atau menggunakan kaki prostetik.

Shalev Biton kemudian menjadi salah satu figur yang digunakan untuk mempromosikan layanan tersebut.

Pada 26 Agustus, Biton menceritakan pengalamannya sebagai pengguna kaki prostetik melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengatakan harus membeli sepasang sepatu ketika kembali berlari, meskipun hanya menggunakan salah satunya.

"Sejak saya mulai berlari, setiap kali membeli sepatu lari, saya membeli sepasang meskipun sebenarnya hanya menggunakan satu sepatu," tulis Biton dalam bahasa Ibrani, seperti dikutip Roya News.

Biton kemudian memperkenalkan program Adidas tersebut.

"Hari ini saya sangat senang menceritakan bahwa Adidas Israel mewujudkan impian tersebut, Single Shoe Service, layanan yang memungkinkan pembelian satu sepatu lari hanya dengan 50% dari harga sepasang," tulisnya.

Ia menambahkan, "Sekarang yang tersisa hanyalah berlari."

Siapa Shalev Biton?

Biton merupakan mantan tentara Israel. Ia kehilangan salah satu kakinya saat terlibat dalam operasi militer Israel di Gaza pada 2021.

Latar belakang tersebut menjadi sorotan setelah dirinya tampil dalam kampanye Adidas yang membahas kebutuhan penyandang amputasi.

Aktivis pro-Palestina kemudian mengaitkan penggunaan Biton dengan kondisi warga Palestina di Gaza yang mengalami amputasi akibat serangan Israel.

Mereka mempertanyakan apakah Adidas juga memberikan perhatian dan dukungan yang sama kepada warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh.

"Apakah kalian melakukan hal yang sama untuk warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh?" tulis salah seorang pengguna media sosial.

Pengguna lain menyoroti kondisi anak-anak di Gaza.

"Mungkin Adidas seharusnya memberikan sepatu lainnya kepada anak-anak Gaza," tulis pengguna tersebut.

Aktivis Sebut Kampanye Adidas Menyinggung Palestina

Kritik terhadap Adidas juga datang dari Stephanie Westbrook, campaigner dari Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI).

Westbrook menyebut kampanye tersebut sebagai "penghinaan mutlak terhadap warga Palestina" dan menilai penggunaan Biton dalam iklan itu menormalisasi tindakan Israel di Gaza.

Kritik kemudian berkembang menjadi seruan boikot terhadap Adidas di media sosial.

Di tengah kontroversi tersebut, Javier Bardem ikut menyampaikan seruan boikot. Aktor Spanyol itu menggunakan Instagram Story untuk mengajak pengikutnya berhenti mendukung Adidas.

Bardem menyampaikan sikap tersebut dalam konteks solidaritas terhadap Palestina.

Kontroversi Adidas dan Bella Hadid pada 2024

Polemik terbaru ini juga mengingatkan kembali pada kontroversi Adidas yang melibatkan Bella Hadid pada 2024.

Saat itu, Adidas menghadapi kritik setelah mencoret model keturunan Palestina-Amerika tersebut dari kampanye sepatu retro SL72.

Kampanye itu mendapat perhatian karena SL72 pertama kali diluncurkan untuk Olimpiade Munich 1972. Keterlibatan Hadid kemudian menuai kritik dari Israel karena model tersebut dikenal vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Adidas setelah itu merevisi kampanye tersebut.

Kini, Adidas kembali mendapat tekanan terkait isu yang sama setelah memilih Biton sebagai salah satu wajah kampanye Single Shoe Service di Israel.

Seruan boikot dari Javier Bardem pun muncul setelah kontroversi mengenai kampanye tersebut berkembang di kalangan aktivis dan pengguna media sosial.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.