Jemaah Muslim di Lithuania Diganggu Geng Motor Saat Shalat Jumat, Kepala Babi Diacungkan di Depan Masjid

Jemaah Muslim di Lithuania Diganggu Geng Motor Saat Shalat Jumat, Kepala Babi Diacungkan di Depan Masjid
Geng motor membawa kepala babi ke Masjid di Lithuania pada tanggal 11 September 2026. Sumber: anadoluagency

INFORMASI.COM, Jakarta — Suasana shalat Jumat di sekitar Masjid Kaunas, Lithuania, terganggu ketika sekitar 100 pengendara sepeda motor berkumpul di dekat masjid pada Jumat (11/9/2026). Mereka membuat suara bising, memutar musik dan meneriakkan slogan nasionalis ketika umat Islam sedang beribadah.

Situasi kemudian menjadi sorotan setelah seorang pengendara dilaporkan memperlihatkan kepala babi di sekitar masjid. Aksi tersebut memicu kemarahan komunitas Muslim Kaunas karena terjadi bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat.

Sekitar 100 Motor Berkumpul di Dekat Masjid

Menurut laporan media Lithuania, para pengendara mulai berkumpul sekitar pukul 12.30 waktu setempat di Ramybes Park, kawasan yang berada tidak jauh dari Masjid Kaunas. Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 100 orang.

Ketika shalat Jumat berlangsung, para pengendara menggeber mesin sepeda motor dan memainkan musik dengan volume keras. Mereka juga meneriakkan kata “Lithuania” di sekitar lokasi ibadah.

Laporan komunitas Muslim Kaunas kepada Anadolu menyebut suara klakson, musik, teriakan, siulan dan tawa terdengar selama pelaksanaan ibadah. Sejumlah jemaah juga disebut direkam dan difoto oleh orang-orang yang berada di lokasi.

Media lokal Kas vyksta Kaune melaporkan bahwa para pengendara yang diwawancarai tidak dapat menjelaskan secara jelas pesan yang hendak mereka sampaikan melalui aksi tersebut.

Kepala Babi Muncul Saat Jemaah Beribadah

Aksi tersebut kemudian memasuki tahap yang lebih provokatif ketika seorang pengendara memperlihatkan kepala babi yang telah dipotong di dekat jemaah.

LRT, lembaga penyiaran publik Lithuania, melaporkan keberadaan kepala babi dalam insiden tersebut. Rekaman yang beredar di media sosial juga memperlihatkan sekelompok pengendara berkumpul di sekitar masjid ketika umat Islam sedang melaksanakan ibadah.

Salah seorang perempuan yang diwawancarai media lokal menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”. Ia menegaskan bahwa orang-orang datang ke masjid untuk beribadah.

Tidak ada laporan mengenai bentrokan fisik besar antara kelompok pengendara dan komunitas Muslim selama kejadian tersebut.

Polisi Lithuania Buka Proses Hukum

Polisi Lithuania kemudian menangani insiden tersebut. Kepolisian Kaunas menyatakan proses administratif telah dimulai karena aksi itu berkaitan dengan pelanggaran aturan mengenai penyelenggaraan pertemuan atau kegiatan publik tanpa izin.

Menurut laporan ELTA, polisi belum berencana meningkatkan pengamanan secara permanen di sekitar masjid. Namun, patroli tambahan dapat dikerahkan apabila muncul tanda-tanda ancaman keamanan.

Laporan lain menyebut aparat juga memeriksa kemungkinan penerapan ketentuan hukum pidana terkait hasutan kebencian terhadap kelompok masyarakat.

Untuk pelanggaran aturan penyelenggaraan kegiatan publik, laporan media Lithuania menyebut sanksinya dapat berupa denda antara 30 hingga 150 euro.

Komunitas Muslim Sebut Insiden Serius

Komunitas Muslim Kaunas menyatakan insiden 11 September sebagai peristiwa serius dan menduga aksi tersebut berpotensi memiliki motif kebencian.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada Anadolu, komunitas Muslim Kaunas menyebut suara keras, teriakan, siulan, tawa serta tindakan merekam dan memotret jemaah terjadi ketika shalat berlangsung. Pernyataan itu juga menyebut kepala babi diperlihatkan secara demonstratif di sekitar masjid.

Masjid Kaunas sendiri merupakan salah satu bangunan penting bagi komunitas Muslim Lithuania. Masjid tersebut berada di kota terbesar kedua Lithuania dan menjadi bagian dari sejarah keberadaan Islam di negara Baltik tersebut.

Motif Aksi Masih Belum Jelas

Hingga laporan terbaru, alasan kelompok pengendara memilih berkumpul di depan masjid tepat saat shalat Jumat belum diketahui secara pasti.

Polisi masih menangani kasus tersebut, sementara tidak ada keterangan yang menunjukkan bahwa kelompok pengendara tersebut memiliki tuntutan resmi yang disampaikan kepada komunitas Muslim.

Insiden ini menempatkan sebuah kegiatan ibadah di Kaunas sebagai pusat perhatian setelah aksi sekelompok pengendara berubah menjadi gangguan terhadap jemaah dan disertai simbol yang dianggap menghina umat Islam.

Bagi aparat Lithuania, persoalan berikutnya adalah menentukan apakah kejadian tersebut hanya merupakan pelanggaran aturan kegiatan publik atau memiliki unsur kebencian terhadap kelompok agama yang dapat diproses berdasarkan ketentuan pidana.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.