Maladewa Genap 900 Tahun Memeluk Islam, Begini Sejarah Peralihannya dari Buddha

Maladewa Genap 900 Tahun Memeluk Islam, Begini Sejarah Peralihannya dari Buddha
Hukuru Miskiy, Maldives. Sumber: worldlist.vision

INFORMASI.COM, Jakarta — Maladewa memasuki tonggak sejarah penting pada September 2026. Negara kepulauan di Samudra Hindia itu memperingati 900 tahun sejak Islam menjadi agama yang dianut kerajaan Maladewa, sebuah perubahan yang kemudian membentuk identitas politik, sosial, dan budaya negara tersebut hingga saat ini.

Peringatan tersebut berlangsung dalam rangkaian acara nasional yang dipusatkan di Hulhumalé Central Park pada Sabtu malam, 12 September 2026. Presiden Maladewa Mohamed Muizzu hadir dalam acara tersebut bersama pejabat pemerintah, tokoh agama, anggota parlemen, serta perwakilan diplomatik negara sahabat.

Bagi pemerintah Maladewa, peringatan ini bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa keagamaan. Muizzu menyebut Islam sebagai bagian penting dari kedaulatan budaya dan kemerdekaan Maladewa.

“Bimbingan Islam telah menghapus kegelapan kemusyrikan dan ketimpangan sosial yang ada dalam masyarakat Maladewa sebelum mereka memeluk Islam,” kata Muizzu seperti dikutip dari Bernama

Dari Kerajaan Buddha Menjadi Kesultanan Islam

Jauh sebelum menjadi salah satu negara Muslim di Asia Selatan, masyarakat Maladewa telah mengenal kepercayaan animisme dan Buddha.

Catatan sejarah menunjukkan pengaruh Buddha telah berkembang di kepulauan tersebut sejak berabad-abad sebelum kedatangan Islam. Penelitian arkeologi bahkan menemukan peninggalan budaya Buddha yang berasal dari sekitar abad kedua atau ketiga Masehi.

Letak Maladewa di jalur perdagangan Samudra Hindia kemudian mempertemukan masyarakat kepulauan itu dengan pedagang dari dunia Arab dan Persia. Kontak tersebut berlangsung selama berabad-abad dan turut membuka jalan bagi berkembangnya Islam di Maladewa.

Menurut catatan sejarah Maladewa yang umum digunakan hingga kini, titik balik terjadi pada 548 H atau 1153 M.

Saat itu, Raja Dhovemi disebut memeluk Islam setelah bertemu dengan seorang ulama Muslim yang dikenal sebagai Abu al-Barakat Yusuf al-Barbari. Setelah masuk Islam, sang raja menggunakan nama Sultan Muhammad bin Abdullah.

Perubahan keyakinan penguasa tersebut kemudian diikuti perubahan yang lebih luas dalam kehidupan kerajaan.

Perubahan Berlangsung ke Seluruh Kepulauan

Masuknya Islam tidak berhenti pada perubahan agama penguasa. Menurut catatan sejarah yang dirangkum Bank Dunia, setelah Sultan Muhammad bin Abdullah memeluk Islam, penduduk Malé dan atol-atol lainnya kemudian mengikuti agama tersebut.

Sultan juga memperkenalkan aturan pemerintahan yang berlandaskan Islam. Pengetahuan agama disebarluaskan, hukum keagamaan mulai diterapkan, dan pembangunan masjid berkembang di berbagai wilayah.

Sejak periode tersebut, Maladewa berkembang sebagai kesultanan Islam. Tradisi tersebut bertahan selama berabad-abad dan menjadi bagian dari identitas masyarakat kepulauan tersebut.

Tanggal masuknya Islam kemudian diperingati setiap tahun pada 2 Rabiul Akhir dalam kalender Hijriah. Pada 2026, tanggal tersebut menjadi momentum peringatan 900 tahun.

Mengapa Tahun 2026 Menjadi Istimewa?

Pemerintah Maladewa telah mempersiapkan peringatan tersebut sejak beberapa tahun sebelumnya.

Pada 2024, pemerintah menyatakan tahun 2026 akan menjadi momentum perayaan besar karena menandai 900 tahun sejak Maladewa memeluk Islam. Pemerintah kemudian menyiapkan berbagai program nasional untuk memperingati tonggak tersebut.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa acara seremonial. Pemerintah juga menggelar khotbah, pelajaran agama, kegiatan kebudayaan, serta program yang bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah Islam di Maladewa.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pelatihan bagi para khatib muda. Pemerintah menyebut lebih dari 700 anak muda telah mendapatkan pelatihan untuk menjalankan peran dalam dakwah Islam, dengan lebih dari 300 orang mengikuti kegiatan terkait dalam rangkaian peringatan tersebut.

Masjid Agung Dibangun untuk Menandai 900 Tahun Islam

Pemerintah Maladewa juga menandai peringatan 900 tahun tersebut dengan pembangunan sebuah kompleks keagamaan baru.

Pada 13 September 2026, Presiden Muizzu memimpin peletakan batu pertama Sultan Mohamed Bin Abdullah Grand Mosque and Islamic Civilisation Centre di Hulhumalé Phase II. Nama tersebut merujuk kepada penguasa yang secara tradisional dianggap sebagai raja pertama Maladewa yang memeluk Islam.

Pembangunan kompleks tersebut dimaksudkan untuk menjadi salah satu simbol warisan Islam Maladewa sekaligus bagian dari upaya pemerintah memperkuat pendidikan dan kehidupan keagamaan.

Menteri Urusan Islam Maladewa Mohamed Shaheem Ali Saeed mengatakan pembangunan masjid itu memiliki kaitan langsung dengan sejarah masuknya Islam ke negara tersebut. Ia menyebut peringatan 900 tahun sebagai momentum untuk mengingat perjalanan spiritual dan peradaban Maladewa selama berabad-abad.

Islam dan Identitas Nasional Maladewa

Sembilan abad setelah peralihan dari Buddha ke Islam, agama tersebut tetap menjadi bagian penting dari identitas negara Maladewa.

Presiden Muizzu mengatakan Islam merupakan “landasan bangsa Maladewa” dan berperan dalam menjaga perdamaian serta keamanan negara. Dalam pesan peringatan 900 tahun, ia juga menyatakan perkembangan Maladewa tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Islam.

Pemerintah juga menekankan status Maladewa sebagai negara Islam. Dalam pidatonya pada acara peringatan, Muizzu menyebut keberlangsungan Maladewa sebagai negara Islam sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga identitas nasional.

Dengan demikian, peringatan 900 tahun Islam di Maladewa tidak hanya melihat kembali peristiwa pada 1153. Pemerintah juga menjadikannya sebagai momentum untuk menghubungkan sejarah masa lalu dengan identitas masyarakat Maladewa saat ini.

Dari sebuah kerajaan yang sebelumnya dipengaruhi agama Buddha, Maladewa berubah menjadi kesultanan Islam setelah penguasanya memeluk Islam pada abad ke-12. Sembilan abad kemudian, perubahan tersebut masih menjadi salah satu fondasi utama identitas negara kepulauan itu.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.