Jelang Sidang Umum PBB, AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran

Jelang Sidang Umum PBB, AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran
Masoud Pazeshkian. Sumber: Anadolu Agency
Ikhtisar
  • Amerika Serikat menolak visa bagi sejumlah anggota tim media Presiden Iran Masoud Pezeshkian menjelang kehadirannya di Sidang Umum PBB ke-81 di New York.
  • Pezeshkian dan sejumlah pejabat inti Iran tetap memperoleh visa untuk menghadiri rangkaian pertemuan tingkat tinggi PBB, tetapi Washington memberlakukan pembatasan terhadap ukuran dan aktivitas delegasi.
  • Tehran mengecam keputusan tersebut, sementara alasan spesifik Washington menolak visa anggota tim media Iran belum dijelaskan secara terbuka.

INFORMASI.COM, Jakarta - Amerika Serikat menolak menerbitkan visa bagi sejumlah anggota tim media Presiden Iran Masoud Pezeshkian menjelang keberangkatannya ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81. Informasi tersebut disampaikan Habibollah Abbasi, Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat Kantor Presiden Iran, dalam laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada 21 September 2026.

Menurut Abbasi, Pezeshkian tetap akan berangkat ke New York pada Selasa, 22 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Iran dijadwalkan menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB serta bertemu dengan sejumlah kepala negara dan pejabat yang menghadiri pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Abbasi mengatakan sebagian anggota delegasi Iran, termasuk anggota tim media presiden, tidak memperoleh visa Amerika Serikat. Dengan demikian, Pezeshkian tetap menghadiri agenda PBB meskipun tidak seluruh tim komunikasi yang biasanya mendampingi presiden dapat masuk ke Amerika Serikat.

Washington Tetap Izinkan Delegasi Inti Iran

Keputusan penolakan terhadap sebagian anggota delegasi terjadi beberapa hari setelah Washington mengumumkan bahwa delegasi inti Iran tetap diperbolehkan menghadiri High-Level Week Sidang Umum PBB. Departemen Luar Negeri AS menyatakan delegasi inti Iran dapat menghadiri rangkaian pertemuan tersebut sesuai kewajiban Amerika Serikat sebagai negara tuan rumah markas besar PBB.

Washington juga menyebut delegasi Iran tahun ini akan berjumlah lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Para anggota delegasi yang memperoleh visa tetap menghadapi pembatasan perjalanan di Amerika Serikat serta larangan membeli barang-barang tertentu, termasuk barang mewah. Komposisi delegasi inti tersebut mencakup Presiden Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Araghchi telah tiba di New York pada Senin, 21 September 2026, menurut laporan IRNA.

AS Belum Menjelaskan Alasan Spesifik Penolakan

Hingga 22 September 2026, tidak terdapat penjelasan publik dari pemerintah Amerika Serikat mengenai alasan spesifik mengapa sejumlah anggota tim media Pezeshkian tidak diberikan visa.

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menjelaskan bahwa proses visa dilakukan dengan mempertimbangkan standar keamanan nasional dan keselamatan publik. Washington juga mengatakan pihaknya memiliki kewajiban sebagai negara tuan rumah untuk memfasilitasi kehadiran delegasi negara anggota PBB.

Pada saat yang sama, AS mempertahankan kewenangan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap anggota misi asing di wilayahnya. Karena itu, penolakan terhadap anggota tim media Pezeshkian perlu dibedakan dari keputusan Washington memberikan visa kepada presiden dan sejumlah pejabat utama Iran.

Iran Mengecam Keputusan Washington

Kementerian Luar Negeri Iran kemudian mengecam keputusan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan penolakan visa terhadap tim media Pezeshkian merupakan upaya membatasi akses terhadap informasi.

Dalam pernyataan yang dimuat IRNA pada 22 September 2026, Baqaei menuduh pemerintahan Presiden Donald Trump menggunakan pembatasan terhadap wartawan untuk memengaruhi arus informasi. Pernyataan tersebut merupakan posisi pemerintah Iran, bukan kesimpulan independen mengenai motif keputusan Washington.

Baqaei juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kebijakan Washington terhadap sejumlah jurnalis Amerika. Iran memandang kehadiran tim media sebagai bagian penting dari kemampuan pemerintah menyampaikan informasi mengenai kegiatan presiden selama kunjungan diplomatik.

Sidang Umum PBB Dimulai 22 September 2026

Persoalan visa tersebut muncul tepat ketika Sidang Umum PBB ke-81 memasuki fase debat umum. Menurut kalender resmi PBB, General Debate berlangsung pada 22 – 26 September 2026 dan dilanjutkan pada 28 September 2026 di Markas Besar PBB di New York.

Tema Sidang Umum tahun ini adalah “Restoring trust, managing transformation: A United Nations that delivers for all”, atau Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan hasil bagi semua. Hampir 130 kepala negara dan pemerintahan dijadwalkan hadir secara langsung dalam rangkaian High-Level Week.

Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato pada Rabu, 23 September 2026.

Kehadiran presiden Iran menjadi perhatian karena hubungan Washington dan Tehran masih berada dalam kondisi tegang. Namun, forum PBB tetap menjadi ruang diplomatik bagi kedua negara untuk menyampaikan posisi masing-masing kepada komunitas internasional.

PBB dan Persoalan Akses Delegasi

PBB memiliki aturan khusus terkait kehadiran delegasi negara anggota dalam pertemuan resmi organisasi.

Sebagai negara tuan rumah markas besar PBB, Amerika Serikat memiliki kewajiban tertentu terkait akses delegasi yang menghadiri kegiatan PBB. Pada saat yang sama, persoalan visa dan pembatasan terhadap anggota delegasi dapat melibatkan pertimbangan keamanan, imigrasi, serta kebijakan luar negeri AS.

PBB sendiri telah membuka mekanisme akreditasi khusus bagi media yang meliput High-Level Week 2026. Menurut laman resmi PBB, batas akhir pendaftaran akreditasi media adalah 31 Agustus 2026, sementara media yang telah memiliki UN grounds pass yang valid tidak memerlukan akreditasi tambahan untuk High-Level Week.

Namun, akreditasi PBB dan visa masuk Amerika Serikat merupakan dua persoalan berbeda. Memiliki akses media ke lingkungan PBB tidak dengan sendirinya menghapus persyaratan imigrasi Amerika Serikat.

Diplomasi Iran Berlanjut Tanpa Seluruh Tim Media

Meskipun sebagian anggota tim medianya tidak memperoleh visa, Pezeshkian tetap dijadwalkan hadir di New York.

IRNA melaporkan agenda presiden Iran mencakup pidato di Majelis Umum PBB dan pertemuan dengan sejumlah pemimpin serta pejabat negara yang hadir. Pezeshkian juga dijadwalkan bertemu dengan warga Iran di Amerika Serikat serta berdiskusi dengan sejumlah pakar dan lembaga pemikir AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah lebih dahulu tiba di New York untuk mengikuti rangkaian Sidang Umum PBB. Dengan demikian, penolakan visa terhadap sebagian tim media tidak menghentikan kehadiran diplomatik Iran di forum PBB.

Persoalan Visa Menjadi Bagian dari Ketegangan Diplomatik

Penolakan visa terhadap anggota tim media Pezeshkian menambah satu persoalan baru dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran menjelang pertemuan tingkat tinggi PBB. Fakta yang telah dikonfirmasi adalah sebagian anggota tim media Iran tidak memperoleh visa, sementara Pezeshkian dan delegasi inti tetap memperoleh izin untuk menghadiri High-Level Week.

Iran mengecam keputusan tersebut sebagai pembatasan terhadap akses informasi. Sementara itu, Washington menyatakan delegasi inti Iran dapat hadir sesuai kewajiban Amerika Serikat sebagai negara tuan rumah dan menegaskan adanya pembatasan terhadap ukuran serta aktivitas delegasi.

Alasan spesifik penolakan terhadap masing-masing anggota tim media belum dipublikasikan secara resmi. Karena itu, motif di balik keputusan tersebut masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terjawab.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.