Separuh Anak Muda Australia Tinggal Bersama Orang Tua

Separuh Anak Muda Australia Tinggal Bersama Orang Tua
Ilustrasi - Anak muda Australia. Sumber: Istimewa
Ikhtisar
  • • 50 persen warga Australia berusia 18–29 tahun tinggal bersama orang tua pada 2024, naik dari 39 persen pada 2001.
  • • Kenaikan tersebut berlangsung ketika harga rumah dan biaya hidup meningkat, sementara kepemilikan rumah di kalangan generasi muda semakin sulit dicapai.
  • • Data HILDA juga menunjukkan anak muda yang memilih keluar dari rumah orang tua dan menyewa menghadapi tingkat housing stress yang lebih tinggi, terutama di ibu kota negara bagian.

INFORMASI.COM, Jakarta — Tinggal bersama orang tua semakin menjadi bagian dari kehidupan anak muda Australia. Laporan terbaru Household, Income and Labour Dynamics in Australia (HILDA) menunjukkan sekitar separuh warga berusia 18–29 tahun masih tinggal di rumah orang tua pada 2024.

Angkanya mencapai 50 persen, meningkat tajam dibandingkan 39 persen pada 2001. Temuan tersebut tercantum dalam HILDA Statistical Report 2026 yang dirilis Melbourne Institute of Applied Economic and Social Research pada 23 September 2026.

HILDA merupakan studi longitudinal nasional yang telah berjalan sejak 2001. Survei tersebut mengikuti sekitar 17.000 orang Australia setiap tahun di sekitar 9.000 rumah tangga untuk melihat perubahan kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa transisi menuju kehidupan mandiri berlangsung lebih lama dibandingkan dua dekade sebelumnya.

Rumah Semakin Sulit Ditinggalkan

Kenaikan jumlah anak muda yang tinggal bersama orang tua berlangsung bersamaan dengan tekanan di pasar perumahan Australia. Laporan HILDA mencatat bahwa anak muda yang sudah meninggalkan rumah orang tua sebagian besar masuk ke pasar sewa. Sekitar dua pertiga anak muda yang telah meninggalkan rumah orang tua menyewa secara privat.

Namun, kelompok penyewa muda tersebut melaporkan tingkat ketidakcukupan hunian dan kepuasan terhadap tempat tinggal yang lebih buruk dibandingkan mereka yang masih tinggal bersama orang tua atau sudah memiliki rumah sendiri.

Tekanan paling terlihat di ibu kota negara bagian. Pada 2024, sekitar 25,3 persen penyewa privat muda di ibu kota daratan Australia mengalami housing stress, meningkat dari 17,6 persen pada 2001. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa meninggalkan rumah orang tua tidak selalu berarti memperoleh kemandirian dengan kondisi perumahan yang lebih baik.

Harga Rumah Mengubah Jalan Menuju Dewasa

Persoalan tersebut juga berkaitan dengan semakin sulitnya generasi muda mengumpulkan kekayaan.

Intergenerational Report yang dirilis pemerintah Australia pada 21 September 2026 menunjukkan generasi muda menghadapi tantangan lebih besar dalam membangun kekayaan dan membeli rumah dibandingkan generasi sebelumnya. Tingkat kepemilikan rumah di kalangan anak muda juga lebih rendah dibandingkan era 1980-an.

Laporan Anglicare Australia yang diberitakan ABC pada Agustus juga menunjukkan tingkat kepemilikan rumah kelompok usia 25–34 tahun telah turun ke level terendah dalam sekitar 80 tahun. Kombinasi harga rumah, biaya hidup dan kebutuhan uang muka membuat sebagian anak muda harus menunda keputusan untuk keluar dari rumah keluarga.

Bukan Sekadar Masalah Perumahan

Fenomena tinggal bersama orang tua juga berkaitan dengan perubahan pola pendidikan dan pekerjaan. Data HILDA menunjukkan 36 persen anak muda berusia 18–29 tahun yang tinggal bersama orang tua pada 2024 merupakan mahasiswa penuh waktu. Artinya, tidak seluruh peningkatan tersebut dapat dikaitkan langsung dengan kesulitan ekonomi. Sebagian anak muda memang masih berada dalam pendidikan dan belum memasuki tahap kehidupan mandiri sepenuhnya.

Namun, faktor ekonomi tetap menjadi bagian penting dari perubahan tersebut. HILDA mencatat bahwa pada periode ketika data 2024 dikumpulkan, Australia menghadapi peningkatan biaya hidup. Inflasi konsumen naik sekitar 19,5 persen antara kuartal Desember 2019 dan September 2024, sedangkan indeks harga sewa meningkat sekitar 16,8 persen pada periode yang sama.

Kenaikan biaya tersebut mempersempit ruang finansial bagi anak muda yang ingin membayar sewa, menabung, sekaligus mengumpulkan uang muka rumah.

Perubahan Besar dalam 23 Tahun

Jika dibandingkan dengan awal survei HILDA, perubahan tersebut terlihat cukup jelas. Pada 2001, sekitar 39 persen warga berusia 18–29 tahun tinggal bersama orang tua. Pada 2024, proporsinya telah mencapai sekitar 50 persen. Kenaikan tersebut berarti pola “meninggalkan rumah saat memasuki usia dewasa” tidak lagi berlangsung dengan pola yang sama seperti generasi sebelumnya.

HILDA sendiri menempatkan temuan tersebut dalam gambaran sosial yang lebih luas. Laporan 2026 menemukan masyarakat Australia juga mengalami peningkatan tekanan terkait perumahan dan keuangan, sementara pekerjaan tetap tinggi.

Generasi Muda dan Jurang Kekayaan

Perubahan tempat tinggal juga memiliki implikasi terhadap akumulasi kekayaan.

Bagi anak muda yang dapat tinggal bersama orang tua, pengeluaran untuk sewa dapat ditekan sehingga terdapat ruang lebih besar untuk menabung. Namun, keuntungan tersebut tidak tersedia secara merata bagi seluruh kelompok.

Di sisi lain, anak muda yang harus menyewa menghadapi biaya perumahan yang lebih tinggi dan memiliki lebih sedikit ruang untuk mengumpulkan modal awal membeli rumah. Masalah tersebut kemudian dapat menciptakan perbedaan antara mereka yang memiliki akses terhadap dukungan keluarga dan mereka yang tidak.

Analisis ABC pada Agustus 2026 bahkan menyoroti persoalan bagaimana statistik kepemilikan rumah dapat terlihat lebih tinggi karena rumah yang dimiliki orang tua juga dihitung sebagai hunian milik ketika anak dewasa tinggal di dalamnya.

Australia Menghadapi Perubahan Generasi

Fenomena anak muda tinggal lebih lama bersama orang tua terjadi bersamaan dengan perubahan demografi Australia yang lebih luas. Intergenerational Report 2026 memperkirakan Australia akan menghadapi populasi yang semakin menua dan tingkat fertilitas yang menurun dalam beberapa dekade mendatang. Pada saat yang sama, generasi muda menghadapi tantangan untuk memperoleh rumah dan membangun kekayaan.

Dengan demikian, rumah keluarga semakin berperan sebagai tempat tinggal jangka panjang bagi sebagian anak muda, bukan sekadar tempat tinggal sementara setelah lulus sekolah. Data HILDA tidak menunjukkan bahwa seluruh anak muda Australia gagal mencapai kemandirian. Sebaliknya, data tersebut memperlihatkan transisi menuju kehidupan mandiri menjadi lebih beragam dan berlangsung lebih lama.

Dua dekade setelah HILDA pertama kali mengukur kehidupan masyarakat Australia, angka tersebut kini mencapai sekitar satu dari dua anak muda usia 18–29 tahun.

Perubahan itu menjadi salah satu indikator bagaimana mahalnya perumahan, biaya hidup, pendidikan, pekerjaan dan dukungan keluarga ikut membentuk cara generasi muda Australia memasuki kehidupan dewasa.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.