- • Astronom dari Harvard University dan University of Oregon mendeteksi sinyal dari Planet Beta Pictoris b.
- • Beta merupakan planet gas raksasa yang berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi.
- • Sinyal tersebut direkam teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan.
INFORMASI.COM, Jakarta - Sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi, sebuah planet yang masih sangat muda memancarkan sinyal radio ke angkasa. Planet itu adalah Beta Pictoris b, salah satu dari tiga planet raksasa yang mengorbit bintang Beta Pictoris.
Sinyal tersebut berhasil direkam teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan. Peneliti dari Harvard University dan University of Oregon kemudian mengaitkan sumber sinyal itu dengan Beta Pictoris b dalam sebuah studi yang belum melalui proses peer review.
Temuan ini menarik perhatian karena astronom selama bertahun-tahun berupaya mengidentifikasi secara langsung sumber emisi radio yang berasal dari planet di luar Tata Surya. Tim peneliti menyatakan Beta Pictoris b menjadi kandidat pertama yang sumber emisi radionya dapat ditunjuk langsung ke sebuah eksoplanet.
Beta Pictoris b bukan planet yang menyerupai Bumi. Planet tersebut merupakan raksasa gas dengan massa beberapa kali Jupiter sehingga tidak diperkirakan memiliki permukaan padat untuk menjadi tempat mendarat.
Usianya juga masih sangat muda dalam ukuran astronomi. Sistem Beta Pictoris diperkirakan berusia hanya beberapa puluh juta tahun, kurang dari 1 persen usia Tata Surya.
Usia muda tersebut membuat Beta Pictoris b masih menyimpan panas dalam jumlah besar sehingga relatif terang. Jarak planet dari bintangnya juga membantu astronom memisahkan cahaya planet dari cahaya Beta Pictoris.
Orbit Beta Pictoris b berada pada jarak yang kurang lebih sebanding dengan jarak Saturnus dari Matahari. Kombinasi jarak dan kecerahan tersebut membuat planet ini menjadi salah satu eksoplanet yang paling banyak dipelajari melalui pengamatan langsung.
Dari Medan Magnet ke Sinyal Radio
Tim peneliti menduga sinyal yang ditangkap MeerKAT bukan berasal dari sumber buatan. Para peneliti mengajukan aktivitas magnetik sebagai penjelasan atas emisi tersebut.
Medan magnet yang kuat dapat menangkap partikel bermuatan di sekitar planet. Ketika planet berotasi, partikel-partikel tersebut dapat mengalami percepatan dan melepaskan energi dalam bentuk gelombang radio.
Proses tersebut dikenal sebagai emisi radio auroral. Fenomena serupa terjadi di lingkungan planet-planet Tata Surya yang memiliki medan magnet kuat.
Dalam kasus Beta Pictoris b, karakteristik gelombang radio yang terdeteksi sesuai dengan prediksi teoretis mengenai medan magnet yang dihasilkan planet muda dan bermassa besar.
Secara sederhana, medan magnet planet bertindak seperti pelindung sekaligus lingkungan tempat partikel bermuatan bergerak. Interaksi tersebut kemudian menghasilkan pancaran radio yang dapat merambat melintasi ruang angkasa.
Tim peneliti mendeteksi beberapa pancaran radio dari sistem Beta Pictoris dan kemudian melacak sumbernya hingga ke Beta Pictoris b.
Bukan Sinyal dari Alien
Kemunculan sinyal radio dari dunia lain tentu dapat memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan kehidupan cerdas. Namun, penelitian tersebut tidak mengarah pada kesimpulan tersebut.
Para peneliti sejak awal menyatakan bahwa sinyal yang mereka deteksi kemungkinan besar memiliki sumber alami. Mekanisme aktivitas medan magnet planet memberikan penjelasan fisik terhadap kemunculan emisi radio tersebut.
Karena penelitian ini masih berupa preprint dan belum melalui peer review, hasil tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan final. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji kembali sumber sinyal dan memastikan interpretasi terhadap aktivitas magnetik Beta Pictoris b.
Jika hasil tersebut nantinya dikonfirmasi, pengamatan Beta Pictoris b akan memberikan cara baru untuk mempelajari medan magnet planet di luar Tata Surya.
Bagi astronom, emisi radio itu bukan sekadar suara dari sebuah planet jauh. Sinyal tersebut dapat menjadi petunjuk untuk memahami bagaimana planet raksasa yang masih muda membentuk dan mempertahankan medan magnetnya.