Arab Saudi Ungkap Houthi Kirim Tiga Kali Serangan Sasar Makkah dan Madinah

Arab Saudi Ungkap Houthi Kirim Tiga Kali Serangan Sasar Makkah dan Madinah
Foto: Kemenag
Ikhtisar
  • • Arab Saudi menyatakan kelompok Houthi melancarkan tiga kali upaya serangan yang mengancam wilayah Makkah dan Madinah dalam sembilan tahun terakhir.
  • • Eskalasi terbaru dipicu oleh tudingan serangan rudal terhadap fasilitas distribusi listrik Taibah di Madinah yang menyuplai Masjid Nabawi pada September 2026.
  • • Imam Masjid Nabawi bersama belasan negara Arab-Muslim dan organisasi internasional mengecam keras aksi tersebut.

INFORMASI.COM, Jakarta - Otoritas Arab Saudi membongkar catatan keamanan nasional yang menyebut kelompok pemberontak Houthi telah tiga kali berupaya menghantam kawasan penyangga kota suci Makkah dan Madinah sepanjang sembilan tahun terakhir. Eskalasi militer tersebut memicu alarm keamanan regional setelah serangkaian proyektil militan dilaporkan mendekati zona vital dua situs paling disucikan umat Islam di dunia.

Ketegangan mencapai eskalasi tertinggi setelah koalisi pimpinan Saudi mendeteksi hantaman di fasilitas distribusi listrik Taibah, Madinah, pada September 2026. Infrastruktur strategis itu diketahui menyalurkan pasokan listrik utama bagi kawasan Masjid Nabawi. Di sisi lain, kelompok Houthi secara terbuka membantah tudingan bahwa armada militernya sengaja mengincar situs-situs suci umat Islam.

Rangkaian provokasi berulang itu langsung menyedot perhatian dunia internasional. Imam Besar Masjid Nabawi, Syekh Abdul Mohsen al-Qasim, melayangkan kutukan keras melalui mimbar khutbah Jumat untuk merespons ancaman nyata yang menimpa tanah suci tersebut.

"Menyerang Makkah dan Madinah adalah pelanggaran berat di hadapan Tuhan," tegas Abdul Mohsen al-Qasim sebagaimana dilaporkan jurnalis Hussien Elkabany dan Lina Altawell dalam publikasi media Anadolu, dikutip Senin  (5/10/2026).

Jejak konfrontasi serupa ternyata pernah tercatat pada 27 Juli 2017 silam. Berdasarkan arsip investigasi Anadolu, aparat pertahanan udara koalisi pimpinan Saudi berhasil mencegat serta menghancurkan satu unit rudal balistik milik Houthi yang mengarah langsung ke teritori Makkah. Proyektil mematikan itu berhasil dilumpuhkan di wilayah udara Provinsi Taif, berjarak sekitar 69 kilometer dari pusat kota suci, tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada masa itu langsung melayangkan nota kecaman keras. Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa aksi militer tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap kesucian teritorial Islam.

"Upaya putus asa untuk mengganggu musim haji," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi saat menanggapi insiden serangan rudal tersebut.

Gelombang kecaman diplomatik pun mengalir deras dari berbagai penjuru dunia. Belasan negara berdaulat di kawasan Teluk dan Afrika Utara, meliputi Turki, Qatar, Mesir, Yaman, Yordania, Maroko, Palestina, Suriah, Bahrain, Kuwait, Lebanon, Libya, Sudan, Uni Emirat Arab, hingga Somalia, menyatakan sikap bersatu mengecam tindakan agresif tersebut.

Barisan kecaman serupa turut disuarakan oleh blok institusi regional tingkat tinggi, termasuk Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Liga Arab, serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Seluruh lembaga multilateral itu mendesak penghentian total segala bentuk aksi kekerasan yang berpotensi mencederai stabilitas keamanan di sekitar situs suci umat Islam.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.