- • Agen federal AS menggeledah rumah anggota DPR Ilhan Omar di Washington pada Senin dini hari dalam penyelidikan imigrasi yang sedang berlangsung.
- • Departemen Kehakiman AS menyatakan penggeledahan dilakukan dengan surat perintah pengadilan sebagai bagian dari penyelidikan kriminal federal.
- • Omar menyebut aksi itu upaya menargetkan lawan politik, sementara Presiden Donald Trump menegaskan pihaknya memeriksa Omar “sangat cermat.”
INFORMASI.COM, Jakarta - Agen federal Amerika Serikat menggeledah rumah anggota DPR dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, di Washington pada Senin (12/10/2026) dini hari waktu AS. Penggeledahan diduga terkait penyelidikan masalah imigrasi.
Agen Homeland Security Investigations melakukan penggeledahan di rumah Omar di Washington. Fox News pertama kali melaporkan aksi itu dengan mengutip pernyataan Departemen Kehakiman (DOJ) AS.
Juru bicara DOJ mengonfirmasi kepada Axios bahwa agen DHS menjalankan surat perintah penggeledahan yang diperoleh melalui otorisasi pengadilan. Penggeledahan itu dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan kriminal federal yang masih berlangsung.
Fox News melaporkan, penggeledahan terkait penyelidikan penipuan atas dokumen imigrasi Omar. Omar sendiri merupakan warga Somalia yang datang ke Amerika Serikat pada 1995 sebagai pengungsi berusia 12 tahun.
Omar: Aparat Federal Disenjatakan
Penggeledahan itu menjadi eskalasi baru dalam konflik antara pemerintahan Trump dan politisi progresif muslim asal Minnesota tersebut.
Omar menanggapi penggeledahan itu melalui unggahan di X pada Senin siang. “Saya baik-baik saja. Jangan keliru: ini adalah upaya untuk menargetkan musuh politik dan menyenjatakan penegakan hukum federal,” tulis Omar.
Ia juga menyatakan Trump telah menargetkannya selama sepuluh tahun dengan tuduhan tanpa dasar dan kampanye pencemaran nama baik. “Ini hanyalah eskalasi terbaru dalam kampanye intimidasi politiknya. Saya tidak akan dibungkam,” kata Omar.
Juru bicara Omar, Jacklyn Rogers, menyebut penggeledahan oleh DHS di bawah Trump sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang mengejutkan. “Anggota Kongres ini tidak melakukan kesalahan apa pun,” ujar Rogers dalam pernyataan.
Pimpinan Demokrat di DPR juga mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka menyebut penggeledahan itu “sangat mengganggu” dan merupakan bagian dari “penyalahgunaan kekuasaan liar” oleh pemerintahan.
The Office of Congresswoman Omar released the following statement: “This raid by Trump’s DHS is an outrageous abuse of power and an unprecedented escalation in the weaponization of federal law enforcement to target political enemies. For a decade, Donald Trump has relentlessly targeted Congresswoman Ilhan Omar with inflammatory rhetoric, repeatedly putting a target on her back. Now, those attacks have escalated to a pointless federal raid. The Congresswoman has done nothing wrong. No president should be able to use the power of the federal government to intimidate his political enemies.”
— Rep. Ilhan Omar (@Ilhan) October 12, 2026
Trump: Omar Diperiksa “Sangat Cermat”
Ketika ditanya apakah mengetahui rencana penggeledahan rumah Omar, Trump mengatakan pihak berwenang sedang memeriksa Omar “sangat cermat.”
“Saya selalu menemukan dia secara pribadi sangat korup, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan saya,” kata Trump.
Trump juga menyebut Omar sebagai “orang yang buruk” dan mengklaim Omar berasal dari “negara yang bukan negara.”
Konflik Politik Omar vs Trump
Bulan lalu, pejabat perbatasan Tom Homan mengonfirmasi adanya penyelidikan kriminal terhadap Omar, tetapi menolak memberikan rincian. Penggeledahan Senin itu merupakan perkembangan dari penyelidikan tersebut.
Trump selama bertahun-tahun menuntut Omar meninggalkan Amerika Serikat atau dideportasi. Ia juga pernah mengajukan klaim belum terbukti bahwa Omar menikahi saudaranya untuk membantunya menghindari hukum imigrasi.
Omar menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai “rumor tanpa dasar.” Trump juga kerap menjadikan komunitas Somalia di Minnesota sasaran retorika anti-imigrasi, dengan Omar sebagai figur utama serangan tersebut.
Pekan lalu, Trump meminta warga Minnesota untuk “melawan” komunitas Somalia di negara bagian itu. Penggeledahan rumah Omar terjadi kurang dari sebulan sebelum pemilihan, sebuah langkah yang umumnya dihindari Departemen Kehakiman.
ICE is out of control. This week, a five year-old child watched ICE shoot his father. Trump's rogue agency has shot more than 43 people in two years, murdering eight. There is no reforming this abhorrent agency. Abolish ICE.
— Rep. Ilhan Omar (@Ilhan) October 10, 2026