Italia Selidiki Kasus Dugaan Penyiksaan dan Pemerkosaan yang Menyeret Menteri Pertahanan Israel

Italia Selidiki Kasus Dugaan Penyiksaan dan Pemerkosaan yang Menyeret Menteri Pertahanan Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Kepala Staff IDF Letjen. Eyal Zamir dan Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz (Foto: Instagram/@israelipm).
Ikhtisar
  • • Kejaksaan Roma menyelidiki dugaan penyiksaan yang dilakuakn Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dan 12 pejabat Israel lainnya.
  • • Dugaan penyiksaan itu dilaporkan 50 warga Italia, yang menyebut adanya penyiksaan terhadap aktivis Global Sumud Flotilla.
  • • Selain penyiksaan, aparat Israel juga diduga terlibat 15 kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kejaksaan Roma, Italia, menyelidiki Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dan 12 pejabat senior militer, kepolisian, serta penjara atas dugaan pelanggaran terhadap aktivis yang ditahan ketika berlayar menuju Jalur Gaza pada 2025 dan 2026. Penyelidikan ini memperluas perkara yang sebelumnya berfokus pada Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dari kelompok sayap kanan.

Kantor Kejaksaan Roma mengumumkan penyelidikan tersebut pada Jumat. Perkara ini mencakup dugaan penyiksaan, penculikan, penganiayaan, perampokan, dan perusakan saat pasukan Israel mencegat armada kapal aktivis yang berusaha mencapai Gaza.

Penyelidikan bermula dari laporan 50 warga Italia yang ditahan setelah mengikuti dua misi Global Sumud Flotilla pada 2025 dan 2026. Salah satu pejabat yang turut masuk dalam daftar pihak yang diselidiki adalah Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir.

Berdasarkan keterangan kejaksaan, para aktivis yang ditahan dalam misi pertama pada 2025 melaporkan pemukulan, luka-luka, ancaman pembunuhan, penghinaan, serta tuduhan terorisme. Aktivis yang ditahan dalam misi kedua pada 2026 melaporkan perlakuan yang lebih keras, termasuk pemukulan dalam kondisi gelap serta penggunaan alat kejut listrik dan peluru karet.

Para aktivis juga melaporkan sedikitnya 15 kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. Dugaan tersebut menjadi bagian dari perkara yang sedang ditangani kejaksaan Italia.

Luca Poggi, ekonom asal Italia yang ikut ditahan, sebelumnya menceritakan perlakuan yang dialaminya kepada Reuters pada Mei.

“Kami ditelanjangi, dilempar ke tanah, lalu ditendang,” kata Poggi.

Penyelidikan Meluas dari Ben-Gvir ke Menteri Pertahanan Israel

Penyelidikan Italia sebelumnya telah menyoroti Itamar Ben-Gvir, yang menjabat Menteri Keamanan Nasional Israel. Pada Juni, Ben-Gvir menanggapi kabar penyelidikan dengan menyatakan akan tetap mendukung tentara Israel.

“Saya akan terus berdiri dengan bangga bersama” tentara Israel, kata Ben-Gvir.

Ben-Gvir juga pernah mengunggah video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis yang berlutut dengan tangan terikat kabel di sebuah fasilitas penahanan sementara di Pelabuhan Ashdod. Lagu kebangsaan Israel terdengar dalam video tersebut.

Penyelidikan yang kini mencakup Israel Katz dan sejumlah pejabat senior lainnya berupaya mengungkap dugaan pelanggaran selama penahanan para aktivis. Penetapan seseorang sebagai pihak yang diselidiki tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa orang tersebut melakukan tindak pidana.

Dua Misi Global Sumud Flotilla Dicegat Pasukan Israel

Global Sumud Flotilla merupakan gerakan armada kapal yang bertujuan menembus blokade Israel terhadap Gaza dengan membawa bantuan kemanusiaan. Dua misi pada 2025 dan 2026 berakhir dengan pencegatan kapal-kapal mereka oleh pasukan Israel di perairan internasional.

Misi pertama berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada September 2025. Armada tersebut terdiri atas 42 kapal yang membawa 462 aktivis.

Pada awal Oktober 2025, pasukan Israel mencegat armada itu di perairan internasional. Ratusan aktivis ditahan sebelum kemudian dideportasi.

Misi kedua berangkat dari Barcelona pada April 2026. Pasukan Israel mulai mencegat kapal-kapalnya di dekat Pulau Kreta, Yunani, pada 30 April.

Hingga 19 Mei 2026, pasukan Israel telah menahan sekitar 430 orang dari sekitar 50 kapal di perairan internasional. Pencegatan terakhir berlangsung di perairan dekat Siprus.

Dalam laporan yang disampaikan kepada kejaksaan Italia, para aktivis yang mengikuti misi kedua mengaku mengalami perlakuan lebih keras dibandingkan penahanan pada misi pertama. Laporan tersebut mencakup dugaan pemukulan dalam kondisi gelap dan penggunaan alat kejut listrik serta peluru karet.

Italia Minta Bantuan Hukum kepada Israel

Pada Juni, Kejaksaan Roma mengirimkan permintaan bantuan hukum kepada Israel untuk memperoleh informasi mengenai rangkaian peristiwa dan mengidentifikasi tanggung jawab masing-masing pihak. Namun, kejaksaan belum mengungkapkan apakah pemerintah Israel telah menanggapi permintaan tersebut.

Jaksa Italia juga mengadakan pembicaraan di Eurojust, lembaga kerja sama peradilan Uni Eropa. Langkah itu dilakukan ketika penyelidikan serupa berlangsung di sejumlah negara Eropa lainnya.

Hukum Italia memungkinkan penuntutan di Roma atas tindak pidana yang dilakukan di luar negeri terhadap warga negara Italia. Ketentuan tersebut menjadi dasar bagi kejaksaan untuk memeriksa dugaan pelanggaran yang dialami warga Italia selama penahanan dalam misi armada menuju Gaza.

Jika hasil penyelidikan menunjukkan bahwa bukti dan dasar hukum mencukupi, jaksa dapat secara resmi meminta agar perkara tersebut dibawa ke pengadilan. Hingga tahap itu tercapai, dugaan terhadap para pejabat Israel masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.