Jepang dan Korsel Was-was Lagi, Korea Utara Tembakkan 10 Rudal Balistik ke Laut Jepang

Jepang dan Korsel Was-was Lagi, Korea Utara Tembakkan 10 Rudal Balistik ke Laut Jepang
Kim Jong Un bersama petinggi militer Korea Utara dan senjata rudal balistik. Foto: KCNA

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Korea Utara menembakkan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ke Laut Jepang.
  • • Rudal-rudal tersebut diluncurkan sekitar pukul 12.30 waktu setempat dari wilayah sekitar Wonsan, di pesisir timur Korea Utara.
  • • Rudal itu diluncurkan kurang dari sepekan setelah Korea Selatan menawarkan perundingan militer.

INFORMASI.COM, Jakarta - Korea Utara menembakkan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Jepang pada Kamis, 29 Oktober, menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS). Peluncuran tersebut terjadi ketika Seoul berupaya membuka kembali dialog militer dengan Pyongyang untuk meredakan ketegangan di perbatasan kedua negara.

JCS menyatakan rudal-rudal tersebut diluncurkan sekitar pukul 12.30 waktu setempat dari wilayah sekitar Wonsan, di pesisir timur Korea Utara. Peluncuran itu menambah ketegangan setelah Korea Selatan menawarkan pembicaraan untuk memulihkan saluran komunikasi militer yang terputus.

Kementerian Pertahanan Jepang juga mengonfirmasi adanya peluncuran yang diduga melibatkan rudal balistik. Kantor berita Kyodo News melaporkan bahwa proyektil tersebut jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

Peluncuran rudal ini berlangsung ketika hubungan kedua Korea kembali memburuk akibat perselisihan mengenai ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi atau Demilitarized Zone (DMZ), kawasan perbatasan yang dijaga ketat oleh kedua negara.

Bukan cuma Korsel, pihak Jepang juga mengeluarkan pernyataan penting usai peluncuran rudal balistik Korea Utara.

Kantor Perdana Menteri Jepang bahkan mengeluarkan maklumat penting, di antaranya.

  1. 1.
    Mengerahkan upaya maksimal untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat waktu dan dengan cara yang sesuai.
  2. 2.
    Memastikan keselamatan pesawat, kapal, dan aset lainnya.
  3. 3.
    Mengambil segala langkah pencegahan yang memungkinkan, termasuk mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak terduga.

Tiga Tentara Korea Selatan Terluka akibat Ledakan Ranjau

Ketegangan terbaru bermula pada 21 September, ketika ledakan ranjau di DMZ melukai tiga tentara Korea Selatan.

Investigasi gabungan Korea Selatan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diumumkan pada awal Oktober menyimpulkan bahwa Korea Utara telah memasang ranjau tersebut lebih dari setahun sebelumnya. Pemerintah Korea Selatan kemudian meminta Pyongyang menyampaikan permintaan maaf.

Namun, Korea Utara menolak hasil penyelidikan tersebut. Pyongyang justru mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan PBB pada pekan ini untuk menuduh Seoul merekayasa tuduhan mengenai ledakan ranjau itu.

Perwakilan tetap Korea Utara untuk PBB, Kim Song, menyebut tuduhan Korea Selatan sebagai tindakan provokatif yang tidak memiliki dasar.

Dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, Kim menulis bahwa Korea Selatan melakukan provokasi dengan mengalihkan kesalahan kepada Pyongyang atas insiden ledakan ranjau yang menurutnya meragukan.

Kim juga memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap kedaulatan Korea Utara dapat memicu tindakan pembelaan diri.

Ia menyebut klaim Korea Selatan sebagai sebuah sandiwara untuk menghindari tanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Thumbnail Rumor Kim Jong Un Meninggal Viral, Foto Terbaru Pemimpin Korea Utara Kembali Disorot
i

Baca Juga

Rumor Kim Jong Un Meninggal Viral, Foto Terbaru Pemimpin Korea Utara Kembali Disorot

Internasional

Adik Kim Jong Un Sebut Tuntutan Seoul sebagai Tindakan Tercela

Penolakan terhadap Korea Selatan juga datang dari Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan Pyongyang.

Kim Yo Jong menyebut tuntutan Korea Selatan agar Pyongyang meminta maaf sebagai tindakan yang tercela. Ia juga menolak tawaran peralatan medis dari Seoul.

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa perselisihan kedua negara tidak hanya berkaitan dengan aktivitas militer di perbatasan, tetapi juga menyangkut penolakan Pyongyang terhadap tuduhan dan inisiatif yang diajukan pemerintah Korea Selatan.

Sementara itu, Seoul berusaha meredakan situasi melalui jalur diplomasi militer. Pada Jumat pekan lalu, pemerintah Korea Selatan menyatakan telah mengundang Korea Utara untuk membahas pemulihan saluran komunikasi antarmiliter.

Tawaran itu muncul ketika aktivitas militer di kawasan perbatasan meningkat. Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada kepastian apakah Pyongyang bersedia menerima undangan tersebut.

Kim Jong Un selama beberapa tahun terakhir mengambil pendekatan keras terhadap Korea Selatan. Pemerintahannya juga menghentikan hampir seluruh dialog dan kerja sama dengan Seoul.

Thumbnail Korea Utara Tembakkan Dua Rudal ke Laut Jepang, Tokyo dan Seoul Waswas
i

Baca Juga

Korea Utara Tembakkan Dua Rudal ke Laut Jepang, Tokyo dan Seoul Waswas

Internasional

Upaya Trump Dekati Kim Jong Un Picu Kekhawatiran Seoul

Ketegangan di Semenanjung Korea juga berlangsung di tengah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka komunikasi dengan Kim Jong Un.

Pernyataan Trump yang mengisyaratkan kemungkinan bertemu dengan pemimpin Korea Utara itu pada tahun ini memunculkan kekhawatiran bahwa Korea Selatan, meskipun merupakan sekutu Washington, justru tersisih dari kemungkinan perundingan nuklir dengan Pyongyang.

Sehari setelah Trump menyatakan kemungkinan pertemuan tersebut, Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek. Peluncuran terbaru yang dilaporkan JCS menambah rangkaian aktivitas militer Pyongyang di tengah ketidakpastian mengenai kelanjutan dialog dengan Seoul.

Di satu sisi, Korea Selatan berusaha memulihkan komunikasi militer untuk meredakan ketegangan perbatasan. Di sisi lain, Korea Utara menolak tuduhan Seoul mengenai insiden ranjau dan belum memberikan kepastian mengenai kesediaannya kembali ke meja perundingan.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.