- • Militer Amerika Serikat dilaporkan kembali menyerang Pulau Qeshm, Iran, pada Senin dalam operasi terbatas yang dirahasiakan Washington.
- • Pulau Qeshm menjadi sasaran strategis karena menyimpan rudal balistik Iran, memiliki pangkalan angkatan laut, dan berada di mulut Selat Hormuz.
- • Serangan berlangsung ketika Donald Trump justru meragukan kemungkinan kembali melancarkan perang besar dan membuka peluang kesepakatan diplomatik dengan Teheran.
INFORMASI.COM, Jakarta - Amerika Serikat dilaporkan kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran secara diam-diam. Kali ini, sasaran Washington adalah Pulau Qeshm, wilayah strategis Iran di dekat Selat Hormuz yang memiliki pangkalan angkatan laut dan fasilitas penyimpanan rudal balistik.
Serangan pada Senin (2/11/2026) itu menambah daftar operasi militer terbatas yang kabarnya dilakukan Washington dalam beberapa pekan terakhir. Menariknya, operasi itu berlangsung ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyampaikan sinyal berbeda kepada publik: peluang kesepakatan dengan Iran masih terbuka dan kemungkinan melanjutkan serangan besar belum tentu terjadi.
Laporan mengenai serangan terbaru itu diungkap The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya.
Menurut laporan tersebut, Washington telah menjalankan beberapa operasi rahasia terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah AS menyebut operasi-operasi itu bersifat defensif, terutama untuk menghadapi ancaman terhadap pasukan Amerika di kawasan.
Pulau Qeshm bukan wilayah sembarangan dalam peta pertahanan Iran. Pulau yang terletak di mulut Selat Hormuz tersebut dilaporkan digunakan pemerintah Iran untuk menyimpan rudal balistik.
Selain fasilitas penyimpanan persenjataan, Qeshm juga menjadi lokasi pangkalan angkatan laut dan instalasi desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar.
Posisi geografisnya membuat pulau ini memiliki nilai strategis dalam konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Qeshm berada di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi penghubung perdagangan energi internasional.
Pulau tersebut juga bukan pertama kalinya menjadi sasaran militer Amerika Serikat. Sejak perang antara Washington dan Teheran pecah, pasukan AS dilaporkan telah berulang kali menyerang kawasan itu.
Media pemerintah Iran, IRNA, turut melaporkan sejumlah ledakan terjadi di Pulau Qeshm pada Senin. Laporan ledakan tersebut muncul di tengah pemberitaan mengenai operasi militer terbaru Amerika Serikat.
Namun, belum ada penjelasan terperinci mengenai kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut dalam bahan laporan yang tersedia.
Serangan Dirahasiakan agar Tidak Terlihat seperti Persiapan Perang Besar
Menurut The Wall Street Journal, serangan terhadap Qeshm merupakan bagian dari rangkaian operasi berskala kecil yang sengaja tidak diumumkan Washington.
Amerika Serikat disebut menjaga kerahasiaan operasi tersebut agar tidak menimbulkan kesan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan dimulainya kembali kampanye militer besar terhadap Iran.
Strategi itu memperlihatkan perbedaan antara operasi militer terbatas yang terus berlangsung dan pernyataan politik pemerintahan Trump yang membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Ketika dimintai tanggapan mengenai serangan tersebut, Departemen Pertahanan AS mengarahkan pertanyaan kepada Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Sementara itu, seorang pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa pemerintahan Trump secara konsisten menangani ancaman terhadap pasukan Amerika yang berada di kawasan tersebut.
CENTCOM belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai laporan serangan itu.
Trump Bilang Tidak Ingin Serang Iran Lagi, tetapi Operasi Militer Berlanjut
Laporan serangan terhadap Pulau Qeshm muncul hanya beberapa saat setelah Trump menyampaikan pernyataan yang terkesan meredakan ketegangan.
Pada Senin, Trump mempertanyakan kemungkinan dirinya benar-benar akan memenuhi ancaman untuk kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu atau midterm elections pada Selasa.
Ketika wartawan bertanya apakah dirinya mempertimbangkan untuk menyerang Iran setelah pemilu tersebut, Trump menjawab singkat, "Tidak."
Trump juga menyampaikan bahwa kesepakatan dengan Teheran masih mungkin tercapai.
Pernyataan itu muncul ketika laporan mengenai operasi rahasia militer AS justru mengungkap bahwa Washington masih melancarkan serangan terbatas terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Dengan demikian, di tengah sinyal diplomasi yang disampaikan Trump, aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan belum sepenuhnya berhenti.
Perang antara Amerika Serikat dan Iran sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.