- • Polandia menangkap enam orang yang diduga menjadi mata-mata Rusia dan memasok komponen militer untuk kebutuhan industri persenjataan Moskow.
- • Kelompok yang terdiri atas lima warga Polandia dan satu warga Rusia itu diduga menjalankan operasi lintas negara sejak Juni 2023 hingga Desember 2025.
- • Empat tersangka dijerat kasus spionase dan diduga bekerja untuk kepentingan intelijen Rusia dengan nilai komponen militer yang diselundupkan mencapai lebih dari Rp9,5 miliar.
INFORMASI.COM, Jakarta - Polandia menangkap enam orang yang diduga menjadi bagian dari jaringan mata-mata Rusia sekaligus pemasok komponen untuk industri persenjataan Moskow. Jaringan tersebut diduga menyelundupkan berbagai komponen amunisi dan perlengkapan sistem persenjataan melalui jalur lintas negara, termasuk melewati wilayah Polandia dan Lithuania.
Penangkapan itu diumumkan pemerintah Polandia pada Kamis. Operasi tersebut menjadi perhatian karena Polandia merupakan salah satu pendukung utama Ukraina dalam perang melawan Rusia sekaligus jalur penting pengiriman bantuan militer negara-negara Barat ke Kyiv.
Koordinator Dinas Khusus Polandia, Tomasz Siemoniak, mengungkapkan enam orang yang ditangkap terdiri atas lima warga Polandia berusia 25 hingga 52 tahun dan seorang warga negara Rusia berusia 37 tahun.
Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia (ABW) kemudian menetapkan empat orang, termasuk warga Rusia tersebut, sebagai tersangka kasus spionase. Pengadilan juga memerintahkan penahanan sementara terhadap keempatnya selama tiga bulan.
Menurut ABW, kelompok tersebut diduga memasok komponen militer dalam jumlah besar kepada Rusia secara ilegal.
"Kelompok ini diduga memasok Rusia secara ilegal dengan komponen dalam jumlah signifikan untuk keperluan militer, yang secara khusus digunakan dalam produksi amunisi dan sistem persenjataan," demikian keterangan Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia.
Tidak hanya perkara spionase, keenam orang tersebut juga menghadapi tuduhan pelanggaran aturan perdagangan internasional yang mengatur peredaran barang dan teknologi strategis. Aturan itu mencakup komponen yang memiliki arti penting bagi pertahanan nasional dan keamanan internasional.
Selundupkan Peluru hingga Selongsong
Hasil penyelidikan menunjukkan jaringan tersebut menjalankan operasinya selama sekitar dua setengah tahun, mulai Juni 2023 hingga Desember 2025.
Aktivitas kelompok itu tidak hanya berlangsung di Polandia, tetapi juga menjangkau Lithuania dan Rusia. Para tersangka diduga mengatur pemesanan barang, melakukan pembelian, mengoordinasikan pengambilan, hingga mengirimkan komponen tersebut melintasi perbatasan menuju Oblast Kaliningrad, wilayah eksklave Rusia yang berbatasan dengan Polandia dan Lithuania.
Untuk menghindari pemeriksaan petugas, para tersangka menggunakan kendaraan yang dilengkapi kompartemen tersembunyi. Mereka berulang kali melintasi perbatasan Polandia-Rusia dengan membawa barang-barang tersebut.
Namun, tidak semua pengiriman berhasil mencapai tujuan. Sejumlah komponen yang diperdagangkan secara ilegal berhasil disita oleh petugas perbatasan Polandia.
Barang-barang yang menjadi bagian dari perdagangan ilegal itu mencakup komponen amunisi, termasuk selongsong peluru dan proyektil.
Kantor kejaksaan Polandia mencatat nilai keseluruhan komponen yang dibeli dan dikirim ke Rusia mencapai lebih dari 2 juta zloty Polandia atau sekitar Rp9,5 miliar.
Selain tuduhan spionase, empat tersangka juga dijerat dengan dugaan bertindak untuk kepentingan intelijen Rusia melawan Republik Polandia.
ABW kini masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap keseluruhan aktivitas jaringan tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rantai pengadaan dan pengiriman komponen militer.
Polandia Tuding Rusia Lakukan Sabotase
Kasus penangkapan enam orang ini berlangsung di tengah meningkatnya kewaspadaan Polandia terhadap aktivitas Rusia sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.
Sebagai anggota Uni Eropa dan NATO yang berada di sisi timur aliansi, Polandia berulang kali menuduh Rusia melakukan tindakan sabotase di wilayahnya.
Posisi geografis Polandia membuat negara tersebut memiliki peran strategis dalam perang Ukraina. Wilayahnya menjadi jalur transit utama bagi bantuan militer dan kemanusiaan dari negara-negara Barat menuju Ukraina.
Ancaman keamanan di perbatasan juga kembali menjadi perhatian pemerintah Polandia pada pekan yang sama.
Pada Selasa, Perdana Menteri Donald Tusk mengatakan pemerintahnya berhasil menggagalkan dugaan aksi provokasi yang berpotensi terjadi pada malam hari di kawasan perbatasan dengan Kaliningrad.
Sementara itu, Siemoniak mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus spionase dan sabotase yang dilakukan ABW terus berkembang. Sejak 1 Januari 2024, hampir 100 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai penyelidikan terkait dugaan spionase dan sabotase.
Jumlah tersebut mencakup berbagai perkara yang ditangani badan keamanan Polandia, bukan hanya jaringan pemasok komponen militer yang baru saja dibongkar.