Sejarah Hari Ini: 17 Januari 1948, Perjanjian Renville Ditandatangani

INFORMASI.COM, Jakarta – Guys, ada sebuah momen bersejarah tentang Indonesia yang terjadi pada 17 Januari 1948. Momen itu adalah penandatanganan Perjanjian Renville.
Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Jumat (17/1/2025), Perjanjian Renville adalah perjanjian yang ditandatangani oleh Indonesia dan Belanda di atas kapal militer Amerika Serikat (AS), USS Renville, di Jakarta. Perjanjian itu adalah hasil Perundingan Renville yang berlangsung pada 8 Desember 1947-17 Januari 1948.
Sejarah Hari Ini: 16 Januari 1926, Ibu Kasur LahirPerundingan antara Indonesia-Belanda itu ditengahi oleh Komisi Tiga Negara, yaitu AS, Australia, dan Belgia.
Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh sejumlah delegasi, seperti Amir Syarifudin, H. Agus Salim, dan Ali Sastroamijoyo.
Pihak Belanda diwakili oleh Raden Abdul Kadir Wijoyoatmojo, H.A.L. Van Vredenburg, Dr.P.J. Koets dan Soumokil.
Raden Abdul Kadir Wijoyoatmojo, Van Vredenburg, Mr. H.A.L. Van Vredenburg, Dr.P.J. Koets dan Mr.Dr.Chr.Soumokil.
Sementara itu, Richard C. Kirby dari Australia, mendampingi Indonesia, Paul van Zeeland dari Belgia mendampingi Belanda, serta Frank P. Graham dari Amerika yang berada di pihak netral.
Menurut peneluran Informasi.com dari berbagai sumber, perjanjian ini diadakan untuk menyelesaikan perselisihan atas Perjanjian Linggarjati pada 1946.
Isi dan Dampak Perjanjian Renville
Perjanjian Renville ini berisi tiga hal, yaitu:
- Belanda mengakui Sumatra, Jawa Tengah, dan Yogyakarta sebagai wilayah Indonesia.
- Diakui sebuah garis demarkasi Van Mook yang memisahkan Indonesia dengan daerah-daerah operasi militer Belanda.
- TNI harus menarik diri dari daerah-daerah kekuasaan Belanda di Indonesia.
Perjanjian Renville merugikan Indonesia. Selain mempersempit wilayah Indonesia, perekonomian bangsa pun terhambat karena diblokade Belanda.
Perundingan ini juga memicu reaksi keras dari masyarakat Indonesia dan menganggap kabinet kala itu berpihak kepada Belanda.
Kemudian, muncul pemberontakan Kartosuwiryo dan pasukannya. Mereka menolak keluar dari Jawa Barat yang saat itu merupakan daerah kekuasaan Belanda.
Komentar (0)
Login to comment on this news