Ternyata, Benang Gigi Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

INFORMASI.COM, Jakarta - Penyakit kardiovaskular, termasuk stroke, tak jarang berujung kepada kematian. Tapi, risiko gangguan jantung bisa ditekan dengan benang gigi.
Dikutip dari Healthline, Selasa (4/2/2025), sebuah penelitian yang dipresentasikan oleh American Stroke Association International Stroke Conference 2025 menunjukkan bahwa rutin membersihkan gigi dengan dental floss bisa menurunkan risiko dari stroke dan gangguan irama jantung (atrial fibrillation/AFib).
Ketua Departemen Neurologi Prisma Health Richland Hospital, University of South Carolina School of Medicine dan penulis riset, Souvik Sen, berkata bahwa periodontitis dan karies gigi merupakan faktor risiko penyebab stroke dan serangan jantung. Sen berkata rutin membersihkan gigi dengan benang bisa menurunkan tingkat serangan jantung.
Menkes Sebut Skrining Kesehatan Gratis Akan Dilakukan Februari 2025"Penelitian kami menunjukkan bahwa pembersihan dengan benang gigi bisa mengurangi risiko stroke. Frekuensi yang lebih tinggi bisa menurunkan risiko stroke lebih lanjut," kata dia.
Para peneliti menganalisis data lebih dari 6 ribu peserta dalam studi kohort Atheorosclerosis Risk in Communities (ARIC) yang dimulai pada 1987. Studi itu menggunakan kuesioner komprehensif untuk menilai berbagai faktor gaya hidup dan perilaku terhadap aterosklerosis (penyempitan arteri).
Diketahui 65% responden melaporkan penggunaan benang gigi untuk pembersihan mulut.
Selama periode tindak lanjut selama 25 tahun, diketahui 434 peserta mengalami stroke. Mereka yang menggunakan benang gigi, mengalami risiko stroke iskemik 22% lebih rendah dan risiko kardioembolik 44% lebih rendah.
Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Tubuh, Apa Saja?Penggunaan benang gigi juga dikaitkan dengan risiko fibrilasi atrium 12% lebih rendah, bentuk detak jantung tidak teratur yang paling umum. AFib juga merupakan penyebab utama stroke kardioembolik.
Menjaga kesehatan mulut, seperti membersihkan dengan benang gigi bisa menurunkan risiko infeksi dan peradangan mulut serta menjadi gaya hidup yang potensial untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
(Penulis: Hanun Rifda Arabella)
Komentar (0)
Login to comment on this news