Waspada Siklon Tropis, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

INFORMASI.COM, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center/TCWC) memantau perkembangan dua siklon tropis. BMKG juga mengingatkan masih ada potensi cuaca ekstrem di Indonesia.
Dikutip dari laman BMKG, Kamis (6/2/2025), menurut analisis terbaru, Siklon Tropis Vince kini bergerak menjauhi Indonesia.
Sementara itu, Siklon Tropis Taliah masih terdeteksi berada di Samudra Hindia Selatan. Lokasinya terletak di 920 km di barat daya Cilacap, Jawa Tengah. Meskipun demikian, dampaknya terhadap cuaca di Indonesia masih perlu diwaspadai.
BMKG: 14 Daerah Berstatus Waspada Cuaca EkstremSelain itu, BMKG juga mengidentifikasi adanya bibit siklon baru, yakni Bibit Siklon 92W, yang terdeteksi di Samudra Pasifik Barat, tepat di sebelah utara Papua Barat. Bibit siklon ini diperkirakan akan bergerak ke arah barat hingga barat laut menuju wilayah selatan Kepulauan Filipina.
“Dalam dua hingga tiga hari ke depan, Bibit Siklon Tropis 92W berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, di Jakarta.
Bibit siklon ini bisa meningkatkan ketinggian gelombang laut hingga 2,5 meter di Laut Maluku, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, serta perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua.
Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah
Bagaimana dengan Siklon Tropis Taliah? Siklon ini diperkirakan bisa membawa dampak berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta berpotensi disertai angin kencang di sejumlah wilayah pesisir selatan Banten hingga Jawa Timur.
Prediksi BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem di Sumbar Bisa Sampai Sepekan DepanGelombang tinggi dengan ketinggian 2,5-4 meter diprediksi terjadi di perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Pulau Rote, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Bahkan, gelombang dengan ketinggian lebih dari 4 hingga 6 meter diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat dalam dua hari ke depan,” kata Guswanto.
Dia mengingatkan masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut untuk memperhatikan peringatan dini cuaca ekstrem karena gelombang tinggi berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Selain aktivitas siklon, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa meningkatnya aktivitas monsun dan seruakan dingin (cold surge) juga turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan dalam sepekan ke depan. Hal ini dapat menyebabkan hujan deras di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di bagian tengah dan timur.
(Penulis: Kiki Annisa)
Komentar (0)
Login to comment on this news