BGN akan Nonaktifkan Kepala SPPG di Bekasi Diduga Lecehkan Stafnya

BGN akan Nonaktifkan Kepala SPPG di Bekasi Diduga Lecehkan Stafnya
Potongan gambar dari video amatir yang beredar adanya dugaan pelecehan di SPPG Jatimekar II, Bekasi.

INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah memeriksa dan memproses penonaktifan seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bekasi, Jawa Barat, yang diduga melakukan pelecehan verbal dan penganiayaan terhadap rekan satu timnya.

Oknum akan Dinonaktifkan

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengonfirmasi bahwa lembaganya tengah menindaklanjuti kasus tersebut.

Kami sedang memproses status yang bersangkutan untuk dinonaktifkan.

— Nanik S. Deyang, di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).

Ia menyesalkan tindakan oknum tersebut yang dianggap bertentangan dengan nilai dan prinsip kerja BGN, terutama karena dilakukan terhadap sesama anggota tim.

Sangat disayangkan, kok bisa, sama teman sendiri melakukan hal yang tidak kami inginkan. Mereka itu satu tim, seharusnya saling mendukung, bukan saling merugikan.

— Nanik menambahkan.

Kasus Pelecehan di SPPG Bekasi

  • Kasus dugaan kekerasan ini bermula dari laporan seorang pegawai SPPG di Jatimekar II, Bekasi, Jawa Barat.
  • Pegawai berinisial RDA mengaku dilecehkan secara verbal dan dipukul oleh atasannya MKP, Kepala SPPG setempat.
  • Video perlakuan tidak menyenangkan tersebut viral di media sosial pada awal pekan ini, memicu reaksi publik dan penelusuran internal BGN.
  • Polisi kini menyidik kasus tersebut untuk mencari motif pelaku.
  • BGN menegaskan akan memberikan pendampingan kepada korban.

Kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib. Proses hukum tetap berjalan.

— Nanik mengungkapkan.

Komitmen Lindungi Pekerja

BGN menegaskan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, pelecehan, atau penyimpangan etika kerja di lingkungan pelaksanaan MBG.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi lembaga dan mitra pelaksana MBG untuk menjaga disiplin, etika, dan integritas dalam menjalankan program pangan untuk anak-anak di seluruh Indonesia.

Kami ingin memastikan semua petugas di lapangan bekerja dalam suasana aman, saling menghormati, dan profesional.

— Nanik menjelaskan.

Pengawasan Ketat SPPG

Kasus tersebut mencuat di tengah upaya BGN memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui dapur-dapur SPPG di berbagai daerah.

Nanik menegaskan bahwa seluruh proses produksi makanan harus mengikuti standar keamanan pangan dan jadwal kerja berbasis sistem batch.

  • Batch pertama dimulai pukul 02.00 dini hari, agar makanan siap sebelum distribusi.
  • Dapur dilarang beroperasi sebelum pukul 00.00 untuk menjaga kualitas gizi dan higienitas.

Proses memasak tidak bisa dilakukan sembarangan. Semua diatur agar gizi tetap terjaga dan aman untuk anak-anak.

— Nanik menegaskan.

112 SPPG Ditutup Sementara

Dalam evaluasi menyeluruh, BGN juga telah menutup sementara 112 dapur SPPG di seluruh Indonesia yang belum memenuhi standar teknis dan sanitasi sesuai pedoman lembaga.

Langkah ini, kata Nanik, merupakan bentuk komitmen terhadap kualitas dan keselamatan penerima manfaat, bukan bentuk hukuman terhadap tenaga lapangan.

(ANT)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.