KPK Telusuri Dugaan Korupsi Makanan Tambahan Bayi dan Ibu Hamil di Kemenkes

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Makanan Tambahan Bayi dan Ibu Hamil di Kemenkes
Makanan Tambahan Bayi dan Ibu Hamil Kemenkes. Foto: Istimewa

INFORMASI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencari bukti fisik berupa produk makanan dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

  • Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa pihaknya masih menelusuri wujud fisik dari makanan tambahan yang diproduksi dalam proyek tersebut.
  • Langkah ini diambil untuk memastikan kesesuaian kandungan nutrisi dalam produk dengan spesifikasi yang seharusnya.
  • KPK akan menguji dugaan adanya pengurangan kandungan gizi dalam produk makanan tambahan.
  • Barang tersebut akan diuji untuk memastikan apakah kandungan nutrisinya sesuai dengan spesifikasi pada kemasan.
  • Pemeriksaan laboratorium akan menjadi tahap berikutnya jika bukti fisik telah ditemukan.

Kami sekarang itu juga sedang mencari barangnya. Barangnya ya itu, yang waktu itu dibuat, karena kami harus cek juga tuh kandungannya.

— Asep Guntur Rahayu, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Latar Belakang Kasus

Penyelidikan ini bermula dari temuan indikasi penyimpangan dalam pengadaan makanan tambahan di bawah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Kemenkes.

  • KPK mulai melakukan penyelidikan sejak 17 Juli 2025.
  • Dugaan tindak pidana korupsi ini disebut terjadi pada periode 2016-2020.
  • Program PMT merupakan strategi nasional untuk memperbaiki gizi bagi bayi, balita, dan ibu hamil, khususnya dalam penanganan stunting atau tengkes.

Dugaan Pengurangan Nutrisi

Dugaan korupsi dalam proyek ini disebut terkait dengan manipulasi kandungan nutrisi pada produk makanan tambahan.

  • Menurut penjelasan KPK pada 6 Agustus 2025, penyimpangan terjadi dalam pengadaan biskuit dan premiks (campuran bahan gizi).
  • Produk yang seharusnya tinggi nutrisi untuk membantu anak-anak stunting dan ibu hamil justru diduga mengalami pengurangan komponen gizi demi menekan biaya produksi.
  • Akibatnya, efektivitas program untuk memperbaiki status gizi masyarakat pun dipertanyakan.

Konteks Lebih Luas

Program PMT sendiri menjadi salah satu andalan pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia, dengan menyalurkan paket makanan bergizi ke daerah-daerah prioritas. Namun ada dugaan pengurangan nutrisi untuk makanan ibu dan anak.

(ANT)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.