INFORMASI.COM, Jakarta - Sebanyak 7 wisatawan asing mengalami diare saat menginap di Clandestino Hostel, Canggu, Kuta Utara, Bali. Satu korban bahkan meninggal dunia.
Kasus yang terjadi 2 September 2025 itu sempat ramai di media asing dengan dugaan keracunan fumigasi maupun makanan. Namun, polisi menyebut indikasi awal mengarah pada penyakit diare.
Korban meninggal ialah Deqingzhuoga, 25 tahun, asal China. Ia dan enam wisatawan lainnya mengalami gejala mual, muntah, serta diare di hari yang sama.
“ Sebab pasti kematian pasti orang tidak dapat ditentukan, akan tetapi sebab mati karena iritasi saluran pencernaan yang menimbulkan diare yang mengakibatkan kekurangan cairan dan elektrolit tidak dapat disingkirkan. ”
— Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Kasubsi Penmas Polres Badung, di Denpasar, Jumat (21/11/2025).
Hasil Autopsi dan Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan forensik dilakukan terhadap muntahan korban, serta autopsi lengkap pada tubuh Deqingzhuoga.
Temuan laboratorium dan autopsi:
- •Tidak ditemukan pestisida, narkoba, sianida, arsen, bahan kimia berbahaya, atau metanol.
- •Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
- •Ditemukan bercak perdarahan, pelebaran pembuluh pada selaput lendir lambung, cairan hitam kehijauan, serta tanda-tanda khas penyakit diare.
“ Hasilnya tidak ditemukan atau tidak terdeteksi adanya senyawa pestisida, narkoba, sianida, logam berat arsen, bahan kimia berbahaya dan metanol. ”
— Ni Nyoman mengatakan.
Kronologi Gejala Diare
Polisi memaparkan kronologi mulai dari keluhan awal korban hingga kondisi terakhirnya.
Rangkaian kejadian:
- •1 September, 20.00 Wita: korban mengeluh sakit kepala, punggung, dan lemas.
- •Korban muntah sekali; menolak makanan dan hanya meminta air serta pisang.
- •Staf menawarkan membawa ke dokter, namun korban menanyakan biaya pengobatan.
- •23.30 Wita: staf mengecek ulang kondisi korban.
- •00.30 Wita: korban dibawa ke klinik dengan transportasi daring.
- •Korban mendapat penanganan awal namun hanya diberikan resep karena tak punya biaya.
- •Ke esokan hari, enam tamu lain mengalami mual, muntah, dan diare.
- •Korban ditemukan tergeletak di lantai kamar, sudah tidak bernyawa.
Para korban yakni:
- •Kamar 8: Deqingzhuoga, (25, China), Mingmin Lei (37, China), Melanie Irene (22, Jerman), dan Alisa Kokonozi (22).
- •Kamar 5: Alahmadi Yousef Mohammed (26, Arab Saudi), Cana Clifford Jay (27, Filipina), dan Zhou Shanshan (29, China).
Pemeriksaan TKP dan Temuan Obat
Petugas menemukan sejumlah obat milik korban serta memastikan tidak ada tanda kekerasan.
- •Deqingzhuoga diperkirakan meninggal 2-12 jam sebelum ditemukan.
- •Tidak terlihat tanda kekerasan pada tubuh.
- •Ditemukan obat seperti Lorano Akut, ibuhexal akut, paracetamol, amoxicillin 500, prednisolon 5 mg, fenbid capsul, vicee 500, dan obat tambahan.
“ Dengan demikian, kematian korban diduga kuat disebabkan oleh kondisi kesehatan/penyakit yang dideritanya, bukan karena tindak pidana. Namun demikian, penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan penyebab pasti. ”
— Ni Nyoman menerangkan.
(ANT)