INFORMASI.COM, Jakarta - Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dalam sepekan terakhir, menewaskan belasan jiwa dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.
Korban Jiwa dan Terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan melaporkan setidaknya 15 orang meninggal dunia akibat bencana ini.
- •Sebagian besar korban berasal dari Kecamatan Batangtoru, yang mencatat 13 kematian.
- •Satu korban jiwa dilaporkan masing-masing di Sipirok dan Angkola Barat.
- •Bencana ini juga mengakibatkan sekitar 3.000 kepala keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“ Curah hujan masih tinggi, sehingga evakuasi berlangsung dengan kehati-hatian. Sejumlah titik masih tergenang dan beberapa wilayah sulit dijangkau. ”
— Zulkarnaen Siregar, Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Selatan, dalam keterangan yang diterima di Sipirok, Rabu (26/11/2025).
Hujan dan Luapan Sungai
- •Banjir dan tanah longsor yang terjadi dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak Senin pagi.
- •Curah hujan ekstrem ini menyebabkan sungai-sungai meluap dan tebing di sejumlah lokasi runtuh.
- •Tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Basarnas telah dikerahkan untuk membuka akses jalan dan mengevakuasi warga yang masih terjebak.
Status Darurat
Menanggapi situasi darurat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk jangka waktu 14 hari.
- •Status tanggap darurat bencana mulai efektif sejak Selasa (25/11/2025).
- •Sambil menunggu finalisasi surat keputusan bupati, operasi penanganan terus dipercepat.
- •Kebutuhan logistik untuk pengungsi sangat mendesak.
- •Barang yang dibutuhkan warga yakni ribuan paket sembako, tenda, family kit, perlengkapan tidur, hingga perahu karet.
- •Tim di lapangan juga membutuhkan alat berat seperti chainsaw dan perlengkapan kebersihan.
Peringatan BNPB
Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan dari pemerintah setempat.
Imbauan ini dikeluarkan menyusul kondisi cuaca di kawasan pegunungan Tapanuli Selatan yang masih dilaporkan tidak stabil, berpotensi menimbulkan risiko bencana susulan.
(ANT)