INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan percepatan penanganan darurat menjadi prioritas setelah banjir bandang dan longsor melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Fokus utama diarahkan pada pencarian korban, pendistribusian logistik, hingga pemulihan akses wilayah terisolasi.
BNPB bersama TNI, Polri, dan tim gabungan terus menjalankan upaya evakuasi dan distribusi bantuan sejak status tanggap darurat diberlakukan.
- •Prioritas penanganan mencakup pencarian dan pertolongan korban.
- •Distribusi bantuan dilakukan lewat jalur darat dan udara.
- •Pembukaan akses menuju wilayah terdampak menjadi agenda utama.
“ Proses penanganan difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pembukaan akses wilayah terisolasi, serta percepatan distribusi logistik, baik melalui darat maupun udara. ”
— Suharyanto, Kepala BNPB, Minggu (30/11/2025).
Data Korban di Sumatera Utara
Sumatra Utara menjadi wilayah terdampak terbesar dengan peningkatan signifikan pada temuan korban jiwa.
Data hingga Minggu pagi mencatat:
- •166 meninggal dunia
- •143 orang belum ditemukan
- •Peningkatan jumlah korban berkat operasi SAR gabungan.
“ Sumatera Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 143 jiwa yang masih hilang. ”
— Suharyanto menerangkan.
Data Korban di Aceh
Provinsi Aceh turut mencatat korban jiwa dan jumlah pengungsi tinggi di beberapa kabupaten.
Data per Minggu (30/11/2025):
- •47 orang meninggal
- •51 hilang
- •8 orang luka-luka
- •48.887 kepala keluarga mengungsi di beberapa titik utama.
“ Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan delapan luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban. ”
— Suharyanto menjelaskan.
Dampak di Sumatera Barat
Korban dan pengungsi juga meningkat seiring operasi pencarian di sejumlah wilayah.
Data per Minggu (30/11/2025):
- •90 meninggal dunia
- •85 orang hilang
- •10 orang luka-luka
- •11.820 kepala keluarga atau kurang lebih 77.918 jiwa mengungsi, mayoritas di Kota Padang dan Pesisir Selatan.
Mobilisasi Sarana dan Sistem Komunikasi
Untuk mendukung percepatan penanganan, BNPB mengerahkan peralatan taktis dan sistem komunikasi darurat.
Jaringan komunikasi berbasis satelit Starlink telah diaktifkan di wilayah terdampak.
Selain itu, BNPB juga mengerahkan alutsista guna evakuasi dan distribusi bantuan.
BNPB juga memastikan seluruh upaya penanganan darurat dipercepat melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan para relawan.
“ Percepatan pembukaan akses, pendataan lanjutan korban dan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama operasi penanganan bencana di tiga provinsi tersebut. ”
— Suharyanto menyatakan.
(ANT)