INFORMASI.COM, Jakarta - Laporan Kementerian Kesehatan mencatat estimasi jumlah orang dengan HIV/AIDS di DKI Jakarta mencapai kisaran 70.000-80.000 orang. Namun, dari jumlah tersebut, tidak semua pengidap HIV/AIDS telah teridentifikasi status kesehatannya.
- •Sekitar 48.000 orang telah mengetahui status HIV dan masih hidup.
- •Diperkirakan masih terdapat 20.000 orang lagi yang belum terdeteksi.
- •Kebutuhan tes dini dinilai sangat penting bagi kelompok berisiko.
“ Kita masih punya gap. Dari estimasi (jumlah orang dengan HIV/AIDS), masih ada 20.000 yang belum ketemu. Penting bagi orang-orang yang memiliki perilaku beresiko untuk mendapatkan tes, untuk mengetahui statusnya sehingga pemerintah bisa memberikan layanan kepada mereka. ”
— Halik Sidik Djibran, anggota Asosiasi Dinkes DKI Jakarta, dalam siniar Rabu Belajar di Pemprov DKI, Rabu (3/12/2025).
Capaian Pengobatan ARV
Meski jumlah penderita HIV/AIDS terbilang tinggi, DKI Jakarta mencatat kemajuan signifikan dalam pemberian terapi antiretroviral (ARV) kepada orang dengan HIV.
- •Sebanyak 38.000 orang atau 80% dari total kasus yang teridentifikasi telah menerima terapi ARV.
- •Angka capaian tersebut dinilai salah satu yang terbaik secara nasional.
“ DKI Jakarta sudah berhasil sekitar 38.000, 80 persen orang HIV yang masih hidup saat ini mendapatkan layanan ARV, dan ini satu prestasi yang sangat baik. ”
— Halik Sidik mengatakan.
Efektivitas Pengobatan dan Pemantauan
Sebagian besar penerima ARV juga telah mengikuti tes viral load untuk melihat keberhasilan terapi.
- •Sekitar 70% dari penerima ARV sudah menjalani tes viral load.
- •97% di antaranya menunjukkan viral suppression atau virus berhasil ditekan.
“ Di Jakarta, 97 persen orang dengan HIV yang mendapatkan ARV ini tersupresi virusnya, artinya pengobatannya 97 persen berhasil. ”
— Halik mengungkapkan.
Cara Penularan HIV di Indonesia
Penularan HIV di Indonesia masih didominasi hubungan seksual tidak aman. Namun, ada beberapa jalur lain yang turut berkontribusi.
- •Hubungan seksual menjadi faktor penyebab terbesar.
- •Penggunaan alat suntik secara bergantian.
- •Penularan ibu hamil HIV positif kepada bayi dalam kandungan.
- •Transfusi darah, meski kini risikonya sangat kecil.
“ Alhamdulillah, saat ini semua darah donor itu tentu diperiksa dengan baik oleh unit transfusi darah PMI (Palang Merah Indonesia) sehingga mestinya sangat sedikit (risiko penularan melalui transfusi darah). Jadi, tetap tidak ada penularan HIV melalui transfusi darah. ”
— Halik menerangkan.
(ANT)