Kebakaran Terra Drone: Novia Meregang Nyawa saat Hamil Anak Pertama

Kebakaran Terra Drone: Novia Meregang Nyawa saat Hamil Anak Pertama
RS Polri menyerahkan jenazah korban kebakaran Rumah Toko (Ruko) Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat kepada pihak keluarga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa malam (9/12/2025). Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza

INFORMASI.COM, Jakarta - Duka mendalam menyelimuti keluarga Novia, salah satu korban tewas dalam kebakaran hebat Ruko Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Perempuan tersebut meninggal dunia dalam kondisi sedang mengandung anak pertamanya dan telah memasuki usia kehamilan tua, menjelang hari perkiraan lahir (HPL).

Menantikan Anak Pertama

Novia, yang merupakan karyawan di sebuah perusahaan di gedung tersebut, tewas dalam kebakaran di usianya yang sudah memasuki trimester akhir. Keluarga besar, termasuk suaminya, mengalami keterpukulan yang mendalam atas musibah ini.

  • Novia sedang hamil anak pertama dan menjelang hari perkiraan lahir (HPL) yang diperkirakan pada bulan Januari.
  • Meski kondisi kehamilannya sudah besar, Novia tetap bekerja seperti biasa dan belum mengambil cuti melahirkan.
  • Prasetyo, sepupu suami dari Novia, mengaku keluarga sangat terpukul karena Novia tengah menantikan kelahiran buah hati pertamanya.

Sudah tua usia kandungannya. Kemungkinan Januari itu sudah HPL-nya. Ini anak pertama.

— Prasetyo, sepupu suami korban, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025).

Penyelamatan yang Gagal karena Asap Tebal

Saat kebakaran terjadi, Novia berada di lantai lima gedung. Prasetyo menyampaikan kronologi upaya penyelamatan dirinya yang terhambat oleh api dan asap pekat yang memenuhi tangga.

  • Novia berada di lantai lima saat kebakaran terjadi dan berusaha turun ke lantai satu.
  • Upaya penyelamatannya terhambat karena api sudah menyebar dan asap tebal menutupi jalur tangga.
  • Korban sempat kembali ke lantai lima dan diduga meninggal akibat kehabisan oksigen karena kepungan asap.
  • Keluarga Novia berencana memulangkan jenazahnya ke kampung halaman di Lampung untuk dimakamkan setelah proses identifikasi selesai.

Jadi balik lagi ke lantai lima. Mungkin dari asapnya ya, oksigennya habis. Itu yang bikin dia tidak tertolong.

— Prasetyo mengungkapkan.

Identifikasi 22 Korban

Jenazah Novia termasuk dalam total 22 korban jiwa yang dievakuasi dari lokasi kejadian. Seluruh jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi forensik yang diperlukan.

  • Sebanyak 22 kantong jenazah korban kebakaran tiba di RS Polri Kramat Jati sejak pukul 15.15 WIB.
  • Korban tewas terdiri dari 7 orang laki-laki dan 15 orang perempuan.

Sampai pukul 17.00 WIB data korban, sudah 22 orang meninggal dunia.

— Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Selasa.

Dipicu Baterai Drone

Kepolisian telah mengungkapkan titik awal dugaan kebakaran. Api diduga berasal dari baterai drone mainan yang terbakar di lantai dasar gedung, yang juga berfungsi sebagai area penyimpanan.

  • Kebakaran diduga dipicu baterai drone mainan yang terbakar di lantai satu sekitar pukul 12.30 WIB.
  • Api cepat menyebar karena lantai satu tersebut merupakan salah satu gudang penyimpanan.
  • Karyawan sempat berupaya memadamkan api sebelum akhirnya gagal dan api meluas.

(ANT)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.