INFORMASI.COM, Jakarta - Kepolisian dengan tegas membantah spekulasi yang berkembang di dunia maya terkait insiden kebakaran mematikan di Ruko Terra Drone. Otoritas menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi sabotase atau keterkaitan dengan isu penghilangan data bencana alam di Sumatra dalam kebakaran Ruko Terra Drone.
Klarifikasi resmi ini disampaikan menanggapi narasi yang beredar luas di media sosial pasca-kebakaran hebat pada Selasa (9/12) silam. Polisi menyatakan bahwa penyelidikan mereka berjalan murni berdasarkan fakta di lapangan, termasuk adanya korban jiwa yang mencapai 22 orang.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan pernyataan ini sekaligus menanggapi narasi yang menyebut kebakaran sebagai bentuk kesengajaan.
“ Sampai dengan saat ini tidak ada korelasi atau indikasinya (kebakaran Ruko Terra Drone) terkait sabotase. ”
— AKBP Roby Heri Saputra, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, di Jakarta, Jumat (13/12/2025).
Tidak Ada Permintaan Data ke Terra Drone
Untuk memperkuat pernyataannya, polisi juga menyoroti aspek koordinasi antartim penyidik. Faktanya, tidak ada komunikasi atau permintaan data terkait antara penyidik kasus kebakaran dengan tim yang menangani bencana alam di Sumatra.
- •Kapolres Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi bahwa penyidik kasus bencana alam di Sumatra belum berkomunikasi mengenai isu yang beredar.
- •Tidak ada permintaan apa pun dari tim penyidik bencana alam tersebut kepada penyidik kasus kebakaran.
- •Implikasinya, isu keterkaitan antara kedua kasus tidak muncul dari dalam proses penyidikan resmi yang sedang berjalan.
“ Kalau memang ada, pasti penyidik yang sedang melakukan kegiatan penyidikan bencana alam di Sumatera akan berkomunikasi dengan kami. Namun sejauh ini tidak ada permintaan dan sebagainya dari tim penyidik bencana alam di Sumatra. ”
— Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat.
Baterai Drone Diduga Sebagai Penyebab
Sementara menepis spekulasi, polisi terus mendalami penyebab teknis kebakaran. Berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi kunci, ditemukan titik awal dugaan kuat yang memicu insiden tragis tersebut.
- •Penyebab kebakaran diduga berasal dari baterai drone yang jatuh dan menimbulkan percikan api.
- •Kesaksian ini diperoleh dari dua saksi kunci yang melihat langsung proses terjadinya kebakaran.
- •Baterai pesawat nirawak yang jatuh tersebut berkapasitas 30.000 mAh dan ditumpuk dalam empat susun.
“ Kami memeriksa dua saksi kunci yang melihat langsung bagaimana proses terjadinya kebakaran. Dari keterangan saksi kunci tersebut didapati bahwa kebakaran yang menyebabkan 22 orang meninggal dunia itu disebabkan adanya baterai drone yang terjatuh. ”
— Susatyo Purnomo menerangkan.
(ANT)