BGN Bantah MBG saat Liburan Hanya untuk Habiskan Anggaran, Tak Ada Paksaan

BGN Bantah MBG saat Liburan Hanya untuk Habiskan Anggaran, Tak Ada Paksaan
Siswa siswi SD yang sedang menikmati makanan MBG di salah satu sekolah di Kota Batam, Kepri. (Foto: ANTARA/HO-SPPG Batam)

INFORMASI.COM, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak ada paksaan bagi siswa untuk mengambil Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah selama masa liburan. Penegasan ini sekaligus menepis tudingan bahwa program tersebut dipaksakan guna menghabiskan anggaran.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan pihaknya memahami bahwa anak-anak sedang berlibur. Oleh karena itu, keputusan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah dan wali murid.

Thumbnail Apa Betul MBG Tetap Jalan meski Murid Sedang Liburan?
i

Baca Juga

Apa Betul MBG Tetap Jalan meski Murid Sedang Liburan?

Nasional

Mekanisme Fleksibel Pengambilan MBG

BGN melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menawarkan fleksibilitas kepada sekolah penerima manfaat.

Sekolah yang berminat dapat mengajukan permintaan, dan hidangan MBG akan diantarkan dalam bentuk makanan kering. Partisipasi bersifat sukarela.

Jadi anak-anak tidak dipaksa untuk datang ke sekolah. Silakan saja kalau MBG itu diambil ibunya, ayahnya, atau saudaranya. Kalau misalnya sekolah tidak mau menerima, wali murid juga tidak mau, maka juga tidak apa-apa, dan tidak dipaksa. Jadi, tidak ada yang memaksa anak-anak libur ke sekolah untuk mengambil MBG. Mohon jangan dipelintir.

— Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN, dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dalam kegiatan bersama SPPG di Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (13/12/2025). ANTARA/HO-BGN
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dalam kegiatan bersama SPPG di Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (13/12/2025). ANTARA/HO-BGN

Soal Isu MBG saat Liburan cuma Habiskan Anggaran

Nanik membantah program liburan ditujukan untuk menghabiskan anggaran.

Ia menyebut justru terjadi penghematan dalam pelaksanaan program MBG. Dia mencatat, tadinya anggaran MBG sebesar Rp71 triliun hanya ditargetkan untuk 6 juta penerima manfaat. Namun, kini MBG mampu menjangkau 50 juta anak serta kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita (3B).

Penghematan itu, kata Nanik, didorong oleh partisipasi mitra dalam membangun Dapur Mandiri atau SPPG untuk menyuplai MBG. 

Pemerintah menghitung satu porsi MBG rata-rata seharga Rp15 ribu. Uang itu kemudian diserahkan kepada SPPG yang kemudian mampu mengelola secara efisien hingga dapat menutup biaya operasional, gaji karyawan, hingga pembuatan dan pengiriman menu MBG.

Justru sebaliknya, kami menghemat anggaran karena luar biasa di tahun 2025 itu, bayangkan, anggaran MBG tahun ini Rp71 triliun, targetnya untuk 6 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah dan ibu hamil, ibu menyusui, balita (3B), namun ternyata kami bisa memberi manfaat kepada 50 juta anak Indonesia dan kelompok 3B. 

— Nanik menerangkan.

Thumbnail 11 SPPG di Blora Setop Operasi, Dana dari BGN Belum Cair
i

Baca Juga

11 SPPG di Blora Setop Operasi, Dana dari BGN Belum Cair

Nasional

Komitmen Penuhi Gizi Anak

Nanik juga menegaskan perintah Presiden Prabowo Subianto bahwa menu MBG harus menjangkau semua anak, tidak terkecuali, termasuk yang tidak terdaftar di sistem pendidikan formal.

Baik anak usia sekolah yang berada di jalanan, Sekolah Rakyat, anak-anak di pondok-pondok pesantren baik yang terdaftar di Kementerian Agama, maupun yang tidak terdaftar, semua harus dapat makan bergizi gratis.

— Nanik menegaskan.

Sementara itu, mengenai wacana pemberian MBG untuk lanjut usia dan difabel, Nanik menegaskan bahwa program tersebut merupakan ranah Kementerian Sosial, bukan BGN.

Program itu masih wacana Kemensos, jadi bukan program BGN ya.

— Nanik menambahkan. 

(ANT)

Thumbnail Zulhas dan KDM: MBG Bisa Doring Ekonomi Rakyat, Sejahterakan Petani
i

Baca Juga

Zulhas dan KDM: MBG Bisa Doring Ekonomi Rakyat, Sejahterakan Petani

Video

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.