Patung Macan Putih Mirip Kuda Nil di Kediri Bikin Ekonomi Desa Bergeliat

Patung Macan Putih Mirip Kuda Nil di Kediri Bikin Ekonomi Desa Bergeliat
Patung macan putih di Kediri viral dikomentari netizen.
Ikhtisar
  • Patung macan putih di Desa Balongjeruk sempat viral karena dinilai tidak sesuai ekspektasi warganet.
  • Keberadaan patung tersebut kini menarik wisatawan dan menggerakkan usaha warga setempat.
  • Desa Balongjeruk meraih penghargaan tingkat provinsi berkat inovasi pengembangan potensi lokal.

INFORMASI.COM, Jakarta - Patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sempat viral dan menuai pro-kontra di media sosial. Patung macan putih itu disebut mirip kuda nil, badak, bahkan ada yang bilang zebra. 

Banyak warganet menilai bentuk patung tidak garang dan sulit dikenali sebagai harimau putih. Polemik itu mencuat tak lama setelah patung diresmikan pada awal Desember 2025.

Karya yang sebelumnya dianggap “absurd” oleh sebagian warganet itu kini justru bertransformasi menjadi ikon desa sekaligus penggerak aktivitas ekonomi warga.

Patung tersebut menarik perhatian publik setelah foto dan videonya tersebar luas di berbagai platform media sosial. Desa Balongjeruk tiba-tiba ramai kedatangan orang dari luar desa yang hendak melihat dan berfoto di patung tersebut.

Patung macan putih itu awalnya dibangun sebagai ikon desa dan simbol legenda setempat. Namun, alih-alih menuai apresiasi, karya tersebut justru menjadi bahan perbincangan dan candaan di dunia maya.

Kepala Desa Balongjeruk Safi'i menjelaskan bahwa pembangunan patung macan putih tersebut menggunakan dana pribadi. Ia menyebut biaya yang dikeluarkan relatif terbatas.

Pembangunan patung macan putih ini menggunakan dana pribadi sebesar Rp3,5 juta.

— Safi'i, Kepala Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, beberapa pekan lalu.

Seiring berjalannya waktu, perhatian publik terhadap patung tersebut justru menarik kunjungan wisatawan ke Desa Balongjeruk. Kehadiran pengunjung berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas ekonomi warga, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga jasa pendukung wisata.

Pemerintah Desa Balongjeruk kemudian melakukan penataan kawasan di sekitar patung agar lebih tertata dan ramah bagi pengunjung. Penataan tersebut dilakukan untuk mendukung kenyamanan wisatawan yang datang serta menjaga lingkungan desa tetap rapi.

Dari sisi pencapaian, Desa Balongjeruk juga berhasil meraih sejumlah penghargaan di tingkat provinsi. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi desa dalam mengembangkan potensi lokal serta tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung program pembangunan desa.

Perjalanan patung macan putih Balongjeruk mencerminkan perubahan persepsi publik. Dari yang semula dianggap sekadar lucu-lucuan dan menuai kritik, patung tersebut kini menjadi simbol kebanggaan desa sekaligus penanda identitas lokal.

Thumbnail Patung Macan Putih di Kediri Viral, Antara Mirip Kuda Nil, Badak atau Zebra
i

Baca Juga

Patung Macan Putih di Kediri Viral, Antara Mirip Kuda Nil, Badak atau Zebra

Video

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.