- • Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penerapan standar tanpa cacat (zero defect) dalam Program Makan Bergizi Gratis mulai 2026.
- • Pemerintah akan memperketat pengawasan untuk memastikan pemerataan penerima manfaat di seluruh daerah.
- • MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat sejak dimulai pada 6 Januari 2025.
INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menerapkan standar zero defect atau tanpa cacat sekaligus memastikan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Dalam taklimat itu, Presiden menerima laporan bahwa Program MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat sejak mulai diterapkan pada 6 Januari 2025.
“ Kita mulai pada 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat. ”
— Prabowo Subianto, Presiden RI, saat menyampaikan Taklimat Awal Tahun 2026 kepada Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga
Prabowo: Kata Ahli di AS Program MBG Investasi Terbaik
Video
Demi Intervensi Gizi Masyarakat
Presiden menegaskan bahwa MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengintervensi persoalan gizi yang bersifat mendesak dan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Berdasarkan data awal pemerintahan yang disampaikan Presiden, rata-rata satu dari lima anak Indonesia atau sekitar 20 persen mengalami kekurangan gizi. Bahkan, di sejumlah daerah, angka tersebut mencapai 30 persen, yang berdampak pada stunting serta pertumbuhan fisik yang tidak normal.
Presiden Prabowo juga membandingkan percepatan pelaksanaan MBG di Indonesia dengan negara lain. Ia menyebut Brasil membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat, sementara Indonesia mampu mencapai 55 juta penerima hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Meski demikian, Presiden menyatakan bahwa capaian statistik yang dilaporkan mencapai tingkat keberhasilan 99,99 persen tidak membuat pemerintah berpuas diri.
“ Tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian persen, itu pun harus kita atasi. ”
— Prabowo menegaskan.
Baca Juga
Zulhas dan KDM: MBG Bisa Doring Ekonomi Rakyat, Sejahterakan Petani
Video
Presiden menegaskan bahwa dalam operasi kemanusiaan berskala besar seperti MBG, tantangan operasional merupakan hal yang tidak terelakkan. Namun, menurutnya, setiap kekurangan dan penyimpangan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan harus segera diperbaiki.
Untuk itu, pengawasan serta langkah-langkah pengamanan program akan terus diperketat guna memastikan pemerataan penerima manfaat secara menyeluruh.
Apalagi, Prabowo mengklaim, banyak anak-anak di daerah-daerah yang menanyakan MBG.
“ Bahkan sekarang saya repot, saya sedih kalau saya ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya, Pak kapan kami terima MBG? ”
— Prabowo mengungkapkan.
Prabowo: MBG Berhasil
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengutip filosofi Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno bahwa “perut yang lapar tidak bisa menunggu” atau The hungry stomach cannot wait, sebagai pengingat urgensi pelaksanaan program tersebut.
Presiden turut menyinggung skeptisisme yang muncul pada tahap awal pelaksanaan MBG, ketika sejumlah pihak meragukan keberhasilan program tersebut.
“ Mereka katakan MBG pasti gagal, tapi kita buktikan kepada mereka, MBG berhasil dan dinantikan oleh seluruh rakyat. ”
— Prabowo menyatakan.
Baca Juga
Prabowo soal MBG: Namanya Sakit Perut Biasa
Video