- • Pemkot Tangerang Selatan memperpanjang status darurat penanggulangan sampah hingga 19 Januari 2026.
- • Darurat sampah terjadi lagi karena Pemkot Serang menolak sampah dari Tangsel dikirim ke TPAS Cilowong.
- • Kini, sebanyak 200 ton sampah per hari dialihkan ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, selama masa perpanjangan.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Provinsi Banten, memperpanjang status darurat penanggulangan sampah selama 14 hari ke depan. Kebijakan tersebut diberlakukan berdasarkan hasil evaluasi penanganan tahap pertama yang dinilai masih membutuhkan langkah tambahan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan, Essa Nugraha, mengatakan perpanjangan status darurat direkomendasikan berlaku sejak 6 hingga 19 Januari 2026.
“ Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah. ”
— Essa Nugraha, Sekretaris BPBD Tangerang Selatan, Kamis (7/1/2026).
Ia menjelaskan, selama masa darurat tersebut, tim satuan tugas akan memusatkan kegiatan pada pengangkutan tumpukan sampah yang masih ditemukan di sejumlah wilayah permukiman dan ruang publik.
Alasan perpanjangan status darurat juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangerang Selatan, Tb Asep Nurdin. Ia mengatakan keputusan itu diambil setelah evaluasi status darurat tahap pertama yang berakhir pada Senin, 5 Januari 2026.
“ Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memperpanjang status tanggap darurat pengelolaan sampah. ”
— Tb Asep Nurdin, Kadiskominfo Tangsel, pada Kamis.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan masih adanya tumpukan sampah di beberapa titik sehingga membutuhkan penanganan ekstra agar layanan kebersihan kembali optimal.
Diusir dari Serang, Pindah Buang ke Cileungsi
Seiring dengan perpanjangan status darurat, Pemkot Tangerang Selatan juga mengambil langkah pengalihan lokasi pembuangan sampah. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan pemerintah daerah mulai mengirimkan sampah ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“ Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan. ”
— Benyamin Davnie, Wali Kota Tangsel, di hari yang sama.
Ia menjelaskan, pengalihan tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kota Serang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangerang Selatan ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Serang secara resmi menghentikan sementara pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPAS Cilowong mulai Selasa sore. Pemkot Serang beralasan kebijakan tersebut diambil untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait dampak lingkungan dan sosial.
“Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel,” ujar Benyamin.