Banjir Bandang Hantam Kudus: Ribuan Rumah Terendam, Mobil Hanyut

Banjir Bandang Hantam Kudus: Ribuan Rumah Terendam, Mobil Hanyut
Banjir bandang terjadi di Kudus usai diguyur hujan sejak Sabtu dan Minggu (11/1/2026). Foto: Istimewa
Ikhtisar
  • Banjir bandang akibat curah hujan tinggi melanda Kabupaten Kudus pada 11 Januari 2026, merendam ribuan rumah dan puluhan akses jalan.
  • Arus banjir di wilayah pegunungan Muria bahkan menghanyutkan mobil warga dan menyebabkan bahu jalan longsor.
  • Bencana turut diikuti tanah longsor yang menewaskan seorang warga di Desa Menawan, Kecamatan Gebog.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dilanda banjir bandang dan tanah longsor pada Minggu, 11 Januari 2026, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari sebelumnya.

Luapan air sungai dari hulu pegunungan Muria menyebabkan permukiman warga di berbagai kecamatan terendam air dan arus deras yang deras.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan banjir ini terjadi karena debit air Sungai Gelis, Sungai Piji, dan Sungai Dawe meningkat tajam akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat dampak banjir yang sangat luas. Berdasarkan data sementara, dampak banjir di Kudus meliputi:

  • Sekitar 4.668 rumah warga terdampak banjir dengan genangan mencapai puluhan sentimeter.
  • 65 akses jalan tergenang air dan beberapa jembatan mengalami gangguan.
  • Sekitar 120,8 hektare areal persawahan terdampak banjir akibat luapan sungai.
  • Total 14.143 jiwa dari 4.668 kepala keluarga terdampak bencana hidrometeorologi.
Thumbnail Jakarta Dikepung Banjir dan Pohon Tumbang, BMKG: Hujan Lebat hingga 13 Januari
i

Baca Juga

Jakarta Dikepung Banjir dan Pohon Tumbang, BMKG: Hujan Lebat hingga 13 Januari

Nasional

Selain itu, dalam laporan terpisah disebutkan bahwa BPBD Kudus mencatat 870 rumah di enam desa di Kecamatan Mejobo ikut terendam banjir sejak Sabtu malam (10/1/2026) akibat limpasan sungai Piji, Dawe, dan Mrisen.

Banjir tak hanya merendam permukiman. Arus bandang yang bergerak dari kawasan pegunungan Muria di beberapa titik bahkan menghanyutkan mobil milik warga di Desa Kedungsari, serta membawa ternak dan material longsor yang menumpuk di jalur arteri desa tersebut. Informasi visual dan laporan media televisi memperlihatkan beberapa kendaraan terperosok dan hanyut terbawa arus banjir.

Tingkat kejadian juga diperparah oleh longsor di wilayah pegunungan. Dalam musibah ini, seorang warga bernama Sriyayitu (53) tewas setelah material longsor menimpa bagian belakang rumahnya di Desa Menawan, Kecamatan Gebog sekitar pukul 13.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Iya benar, satu orang meninggal dunia akibat bencana longsor di Desa Menawan, Kecamatan Gebog.

— Bergas Catursasi, Kepala BPBD Jawa Tengah, Senin (12/1/2026).

Thumbnail BMKG: Potensi Banjir dan Longsor di Jawa Tengah hingga Februari 2026
i

Baca Juga

BMKG: Potensi Banjir dan Longsor di Jawa Tengah hingga Februari 2026

Nasional

Dampak banjir juga dirasakan di ruas jalan nasional. Genangan air mencapai sekitar 50 sentimeter di beberapa titik Pantura Kudus–Pati, menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama di area Ngembalrejo, Kecamatan Bae. Menurut Kasatlantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean, petugas dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan memastikan kendaraan yang lewat dapat bergerak aman.

Penanganan darurat sudah dilakukan oleh BPBD Kudus bersama unsur terkait, termasuk pendataan dampak, evakuasi warga, distribusi logistik, serta pembersihan material banjir dan longsor. Status siaga darurat bencana juga ditetapkan untuk mempercepat aksi tanggap bencana di lapangan.

Warga dan pengendara diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan risiko banjir lanjutan di sejumlah titik wilayah Kabupaten Kudus, terutama kawasan dekat sungai dan lereng pegunungan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.