Hilang 17 Hari, Jenazah Pendaki Berhasil Dievakuasi dari Gunung Slamet

Hilang 17 Hari, Jenazah Pendaki Berhasil Dievakuasi dari Gunung Slamet
proses evakuasi seorang pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet pada hari Rabu (14/1/2026) dan selanjutnya dibawa menuju Basecamp Gunung Malang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026). Foto : Polres Purbalingga

INFORMASI.COM, Purbalingga - Personel Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga, Jawa Tengah, membantu evakuasi jenazah seorang pendaki yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Slamet pada Rabu (14/1/2026) setelah dilaporkan hilang selama 17 hari.

“Kami menerjunkan satu regu tim SAR dari Satsamapta Polres Purbalingga untuk bergabung dan membantu tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, komunitas, serta relawan lainnya dalam proses evakuasi pendaki yang ditemukan meninggal dunia,” kata Kepala Satuan Samapta Polres Purbalingga AKP Tri Haryanto di Purbalingga, Kamis (15/1/2026).

Ia mengatakan pendaki atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tersebut sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada hari Sabtu (27/12/2025).

Menurut dia, jenazah korban telah ditemukan pada hari Rabu (14/1) namun proses evakuasi baru dapat dilakukan pada hari Kamis (15/1) karena terkendala kondisi cuaca serta medan yang sulit di kawasan Gunung Slamet.

“Evakuasi dilakukan melalui jalur Gunung Malang yang berada di wilayah Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Ia mengatakan setelah berhasil diturunkan dari lokasi penemuan, jenazah dibawa ke Basecamp Gunung Malang dan selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dengan pengawalan kendaraan kepolisian.

“Proses evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan tersebut,” kata AKP Tri Haryanto.

Saat menunggu proses evakuasi, ayahanda Syafiq, Dhani Rusman mengaku bersyukur karena jenazah anaknya telah ditemukan oleh tim SAR gabungan meskipun sebelumnya telah mengikhlaskan kepergiannya.

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi para pendaki agar selalu meminta izin dan restu orang tua serta mempersiapkan pendakian dengan matang,” katanya. (ANT)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.